“Hazy… apa kau lelah?” tanya Sofia yang duduk di kursi samping kemudi. Ia ingin menawarkan Hazel untuk berhenti di pemberhentian umum untuk istirahat. Di belakang mereka Nadya sudah tertidur pulas sejak sepuluh menit kendaraan mereka jalan. Hazel hanya mengangguk, tentu saja ia lelah. Setengah jam sebelum berangkat, ia berlari dari restoran ke rumah. Ia sengaja meninggalkan skuternya di restoran agar paman Amir bisa pulang menggunakan skuter. Ia lalu membersihkan diri dengan secepat kilat dan menyiapkan beberapa pakaian dengan asal. “Zy…” suara samar dari belakang memanggil-manggil namanya, dibarengi dengan dengkuran. Mereka berdua saling menatap dan kemudian secara bersamaan melirik ke kursi belakang, dan tertawa kecil. “Zy… Minta maaf…” suara samar itu terdengar lagi. NAdya tengah

