Beberapa bulan kemudian. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Putra kecil Naufal dan Cahaya tumbuh semakin menggemaskan. Keluarganya semakin harmonis dan bahagia, apalagi hadirnya Devan semaki menambah kebahagiaan di keluarga kecil mereka. “Sayang, sudah siap?” tanya Naufal “Sebentar lagi, mas.” Naufal berdiri tepat di belakang tubuh istrinya. Ia menatap penampilan Cahaya dari pantulan kaca di hadapannya. Mereka sebentar lagi akan menghadiri acara sebuah pernikahan. Naufal sudah siap dengan penampilannya malam ini. Naufal memeluk Cahaya dari belakang lalu menumpukan dagunya di bahu sang istri. “Mas nggak suka.” Cahaya menautkan kedua alisnya bingung. “Nggak suka kenapa, mas?” “Penampilan kamu hari ini.” “Oh, ya? Kenapa dengan penampilan Cahaya hari ini, mas? Apa ada yan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


