Keesokan harinya. Karena kejadian kemarin membuat Naufal harus bolak-balik ke rumah Cahaya untuk memastikan kondisinya tetap baik-baik saja. Meskipun Cahaya tidak mengizinkan Naufal masuk ke dalam rumah ia tetap datang dan duduk di depan rumah. Ia seperti security yang bertugas menjaga rumah Cahaya. Ceklek Naufal menoleh ke samping ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia tersenyum melihat Cahaya membuka pintu. “Masuk!” ujar Cahaya dengan nada ketus “Tumben? Memangnya nggak papa?” “Masuk buat makan. Cahaya tahu Kak Naufal belum makan.” “Nanti saja!” “Ck, masuk sekarang atau Cahaya akan berubah pikiran!” Naufal menahan senyum. Ternyata istrinya masih perhatian meskipun di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih menyimpan luka. Ia berdiri lalu mendekat ke arah istrinya. Tida

