Bab 64

1522 Kata

Keesokan harinya. “Beneran nggak mau ditemenin?” tanya Naufal untuk ke sekian kalinya “Huhh..” Cahaya menghela nafas kasar “Nggak perlu, kak! Cahaya dan Farah mau keluar berdua, lagipula hanya sebentar saja kok.” “Yakin hanya sebentar?” Naufal menyipitkan mata mencari kebohongan di mata istrinya. Naufal khawatir jika Cahaya keluar tanpa dirinya yang menemani. Meskipun ada Farah tapi mereka sama-sama perempuan. Tenaganya tidak begitu kuat, berbeda dengan seorang laki-laki. Naufal takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan namun ia membuang pikiran buruk itu dari kepalanya. Cahaya beralih menatap ke arah sepupunya meminta jawaban. “Farah, kita hanya sebentar kan?” Farah mengangguk. “Iya, kak. Aku janji kita hanya sebentar.” Naufal menghela nafas. Rasanya begitu berat membiark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN