Ending

1725 Kata

Bagian 52 Saat membuka mata, ternyata aku sudah berada di kamar. Ada Mama, Bi Inah dan juga anak-anak di sampingku. Mereka terlihat senang saat aku sudah siuman. "Kamu sudah siuman, Nak?" Mama mengelus kepalaku, mengambil segelas air putih dan langsung meminumkannya padaku. Anak-anak terlihat cemas karena mengkhawatirkanku. Namun, Bi Inah berhasil meyakinkan anak-anak bahwa aku baik-baik saja. Kepalaku masih terasa pusing, aku memijitnya pelan sambil berusaha mengingat kejadian sebelumnya. Aku mulai mengingat semuanya. Saat Mas Mulya menemui kami di tempat pemakaman umum dan mengakui semua perbuatannya. Aku berharap bahwa semua itu adalah mimpi, tapi sayangnya semua itu nyata. Lelaki yang pernah mengisi hari-hariku selama sepuluh tahun dan telah memberiku empat orang anak itu ternyat

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN