Bagian 51 Apalagi maunya? Masih berani rupanya dirinya menampakkan batang hidungnya di hadapanku. "Aku kenal dengan orang ini. Dia adalah mantan suami Aira, Pa," ucap Mas Ben. Mama dan Papa terlihat terkejut mendengarnya. Mungkin mereka tidak mengira jika lelaki yang sedang berdiri di depan kami ini adalah Mas Mulya, mantan suamiku. Jujur saja, aku sudah tidak sudi lagi bertemu dengannya. Aku sudah tidak peduli padanya karena aku sudah melupakannya dan menganggap bahwa Mas Mulya hanyalah masa lalu yang perlu dilupakan. "Apa? Jadi kamu lelaki pecundang yang telah membuat Aira selama ini menderita? Sini kamu biar kutonjok wajahmu yang tidak tahu malu itu." Mama terlihat emosi, ia mengepalkan tangannya hendak memberi pelajaran kepada Mas Mulya, tapi papa mertua menahan Mama. "Maaf kare

