Bagian 41 Setelah kami selesai sarapan, aku membawa Yusuf ke kamarku, sementara anak-anak main di kamar mereka bersama Bi Inah. Aku ingin sendiri dulu, pikiranku saat ini sedang kacau dan aku butuh waktu untuk sendiri. Soal mama mertua yang menampar pipiku tadi, aku tidak meratapinya. Toh selama ini aku sering mendapatkan perlakuan buruk dari mantan ibu mertuaku. Sekarang aku sudah kebal. Meskipun ada sedikit rasa perih yang tersisa di hati ini. Disaat-saat seperti ini, aku sangat membutuhkan Mas Ben. Aku sangat merindukannya. Tetapi apa boleh buat, jarak dan waktu memisahkan. Terpaksa kami harus menjalani hubungan jarak jauh seperti ini. Aku membuka lemari pakaian Mas Ben. Mengambil bajunya dan memeluk serta mencium baju tersebut. Berharap rasa rindu terhadap suami yang kucintai itu

