Bagian 42 "Aira, dicari-cari dari tadi ternyata kamu malah asyik leha-leha sambil main ponsel di sini," teriak Mama yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu. "Kerjaan rumah satupun tidak ada yang kamu kerjakan. Ayo, kerjakan sekarang! Jangan tahunya cuma numpang saja di rumah ini," ucapnya lagi. "Apaan sih Ma? Aira kan bukan pembantu. Soal kerjaan rumah 'kan sudah ada Bi Jum yang mengerjakannya, ngapain harus nyuruh Aira?" Bagaimana aku tidak kesal, Mama mertua menyuruhku sesuka hatinya. Ia pikir aku ini pembantu, apa? "Sudah berani kamu ya! Di rumah ini tidak ada yang gratis. Kamu hanya numpang disini. Jadi, kamu harus menuruti perintah Mama jika masih mau tinggal di sini," ancamannya. Ia berkecak pinggang sambil menatapku tajam. Aku malas sekali berdebat dengan mama mertuaku y

