Gengsi Untuk Mengakui

1621 Kata

Bagian 45 Dua tahun lamanya memendam rindu kepada Ben, anak semata wayangku yang entah berada di mana, selama itu pula tidak pernah ada kabar darinya. Ia pergi membawa luka, karena kecewa terhadapku, wanita yang melahirkannya ke dunia ini. Semua itu bermula saat Ben mengenalkan seorang gadis dari panti asuhan. Gadis itu bernama Aisyah, calon istri dari Ben, anakku. Aku sama sekali tidak setuju jika anakku satu-satunya menikah dengan gadis yang berasal dari panti karena tidak jelas asal usulnya. Aku menginginkan Ben menikah dengan gadis yang sederajat dengan kami. Biarpun tidak kaya, yang penting jelas asal usulnya. Ben mati-matian meminta restu padaku, tetapi aku bersikukuh untuk tidak memberikan restu karena aku tidak menyukai gadis itu. Sebenarnya, aku sudah mempunyai calon istri u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN