Senin pagi. Shana sudah ada di kelasnya sejak beberapa waktu lalu. Ia tampak menopang dagu sembari memandangi sekitarnya. Beberapa siswa mulai berdatangan dan mengisi bangku-bangku. Shana menyadari sikap teman-temannya yang tampak dingin pada dirinya. Benar-benar tidak ada yang menyapa Shana. Boro-boro menyapa, saat tidak sengaja tatapan Shana dan temannya bertemu, temannya itu justru memalingkan wajah. Shana menghela napas. Ia tidak suka diperlakukan seperti ini. Dia tidak bersalah. Mengapa mereka bersikap begitu pada Shana? Mengapa mereka sangat percaya bahwa Shana bersalah? Shana mengalihkan pandangan ke jendela dan mendapati Agatha memasuki kelas. Agatha melangkah cepat, tapi tidak ke arah bangkunya yang ada di sebelah Shana. Agatha meletakkan tasnya di bangku l

