"... Ramdan.." aku benar- benar terkejut kedatangannya kali sangat mendadak dan kulihat rama yang raut wajahnya sama terkejut.
"alice, sepertinya kau mau pergi" dia tersenyum kearahku.
" ada apa kamu kemari ramdan? " aku benar- benar tidak menyangka ramdan akan kemari.
" aku hanya ingin menyelesaikan semuanya" kini raut wajah ramdan berubah datar..
" alice jika kami ada janji dengannya juga aku pulang saja" kini rama yang memasang wajah datarnya.
" tidak rama aku tidak ada janji dengan ramdan" aku yang mulai kebingungan sendiri jadinya.
"sebaiknya kami selesaikan dulu urusan kalian" rama masuk kedalam mobil dan beranjak pergi aku sendiri menjadi tidak enak pada rama. aku yang membuat janji tapi dengan datangnya ramdan seolah semuanya aku pula yang mengacaukannya.
" ada apa sebenarnya ramdan , kau tidak bilang akan kesini kan? " aku mulai penasaran dengan tujuan ramdan kemari.
" aku sudah bilang meminta waktu padamu kan dan hari ini aku ingin menepati janjiku, sebenarnya aku ingin memberi kejutan padamu tapi teryata malah aku yang terkejut melihat kamu dengan rama. apa kamu sudah balikan dengan rama?" aku jadi penasaran dengan hubungan alice dengan rama bagaimana tidak selama ini aku tidak pernah tahu kalau teryata alice dekat lagi dengan rama. mungkin memang alice orang yang pintar menyembunyikan sesuatu atau aku yang sibuk dengan rubi dan tidak pernah menanyakan pada alice dia dekat dengan siapa saja. ah memang itu haknya toh selama ini aku yang menolak kembali padanya.
"masuklah sebaiknya kita bicara didalam saja" dengan masih bingung aku masuk kedalam rumah yang disusul ramdan dibelakangku.
" alice apa kamu kembali pada rama?" kuberanikan diri menanyakan ini pada alice sebelum aku mengatakan tujuanku aku ingin tahu dulu status alice sekarang.
" aku tidak kembali pada rama. hanya saja aku memang sedang menata hati untuk bisa membuka hati untuk orang lain karena selama ini rama yang menemaniku dalam keterpurukanku saat kamu tidak ada. kamu tau aku sangat hancur dan ramalah yang selalu ada disampingku" entah kenapa aku ingin sekali melampiaskan semua isi hatiku pada ramdan. aku ingin dia tahu perjuanganku untuk melupakannya dan tiba-tiba dia datang kembali.
" alice aku ingin kembali padamu. aku berjanji tidak akan lagi ada siapapun dihatiku selain kamu, aku ingin memulai lagi semuanya. aku menyesal melepaskanmu dulu teryata kamulah yang mengerti aku." aku tidak tau bagaimana perasaan dia padaku sekarang setelah melihat dia dengan rama dan penjelasannya barusan yang mengatakan bahwa rama adalah orang yang menemaninya selama tidak ada aku. aku berharap semoga aku tidak terlambat.
" jujur saja ramdan rasa cintaku tak pernah berkurang sedikitpun padamu tapi aku tidak yakin untuk kembali padamu. aku tau kamu kembali padaku karena kamu mungkin dicampakan atau disakiti oleh ruby sehingga kamu jadikan aku pelarianmu lagi padahal sebenarnya kamu tidak benar-benar mencintaiku" rasanya sakit mengatakannya faktanya aku yakin ramda datang karena dia dicampakan dan aku hanya dijadikan sebagai batu loncatanya saja.
" alice aku benar-benar tidak menjadikanmu pelampiasan. aku serius padamu. apa kamu perlu bukti" aku tidak menyangka alice akan mengatakan hal seperti itu. mungkin iya aku kembali padanya setelah aku dicampakan oleh ruby tapi aku tidak berniat menjadikannya pelampiasan aku memang masih sangat peduli dan mencintainya oleh karena itu ketika ruby membuat kesalahan aku sendiri yang membesar- besarkannya walau memang ruby tak berubah dia masih selalu menganggap semua hal sepele dan tidak mau mendengar pendapat orang lain. tapi aku tulus ingin menjadikan alice satu-satunya dihatiku.
" iya ramdan aku perlu bukti, jika kamu memang benar mencintaiku aku ingin kamu membuktikannya. aku tidak ingin aku mengulangi kesalahan yang sama" aku takut kehilangan ramdan tapi aku juga takut jika ramdan hanya akan bemain main dengan hubungan ini. kali ini aku bingung bukan main. apakah aku harus mengikuti kata hatiku atau logikaku.
" baiklah akan kubuktikan padamu kuharap minggu ini kau ada waktu dan jika tidak ada waktu sempatkanlah atau aku akan mencarimu dimanapun kamu. aku ingin kau ada dirumah" aku benar- benar akan membuktikan keseriusanku pada alice jika aku sudah memilih aku tidak pernah bermain-main.
aku hanya diam menanggapi ucapan ramdan bukti apa yang akan dia tunjukan padaku. aku harap dia tidak melakukan hal nekad sama seperti mantanya itu. ramdanpun pulang aku masih terdiam di kursi dan sama sekali tidak mengantar ramdan kedepan rumah. saat ramdan pergi air mataku menetes bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu begitu saja padahal aku sangat menginginkannya kembali padaku. aku pura-pura kuat padahal sebenarnya aku tidak ingin menolaknya sedikitpun tapi aku terlalu takut, takut jika nanti aku harus merasakan hal yang sama.
***
hari ini aku pulang dengan sangat kecewa bagaimana tidak setelah menempuh perjalanan jauh untuk bertemu alice dia malah akan pergi dengan pria lain dan dia justru menolakku padahal aku berharap dia akan menjadi bagian dari hidupku lagi. luka yang aku torehkan terlalu besar mungkin sehingga dia benar-benar ingin bukti atau mungkin aku yang membiarkan dia membuka hati untuk orang lain sehingga sulit menempatkanku lagi.
tapi akan ku buktikan bahwa aku tidak pernah main-main. dia boleh meragukanku sekarang tapi aku yakin setelah nanti dia tidak akan pernah meragukanku lagi atau bahkan dia akan terkejut.
ku melamun sepanjang jalan dan tak terasa aku sudah sampai dirumah walau kakiku pegal tapi ini untuk masa depan. aku tidak akan besikap bodoh lagi.
saat aku akan masuk tiba- tiba ruby aku mengeryitkan dahi bingung untuk apa dia kemari padahal urusan kita sudah selesai.
" ramdan, aku mohon urungkan keputusanmu kemarin" dia tiba-tiba memelukku.
" lepaskan. aku sudah pada keputusanku" ku lepaskan pelukannya aku tidak akan terjebak lagi pada rayuannya.
" apa spesialnya dia ramdan" dia mulai emosi.
" dia memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa daripada denganmu" aku sudah tidak ingin berdebat lagi sebenarnya.
" akan kupastikan dia akan meninggalkanmu ramdan, jika kamu bukan miliku maka diapun tak akan kamu milki" katanya dengan penuh ancaman.
" kalau kamu sampai mengganggu dia kamu akan tahu akibatnya" kutinggalkan dia didepan pintu tanpa ingin lagi mendengar apa yang dia katakan aku sangat muak dengannya. bagaimana mungkin aku bisa bertahan selama ini dengannya. aku memang sudah dibutakan oleh cinta hanya karena dia cantik aku melupakan semua perlakuan kasarnya padaku selama ini. terima kasih alice kamu telah membuka mata hatiku dan sekarang aku yang akan memperjuangkan kamu walaupun kamu menolakku hari ini.