" kau membuang ponselku ruby" aku benar- benar muak padanya bahkan dia melemparnya kedalam got.
" aku benci teryata kamu masih menghubungi wanita itu. keterlaluan kamu ramdan, kamu anggap apa aku ini hah." kulihat kemarahannyapun memuncak.
" kamu tau disana bukan hanya sekedar ponsel tapi banyak nomor penting yang bersangkutan dengan perusahaanku dan kamu gila" ku keluar dari mobil walau keaadan hujan ku cari di berharap tidak terbawa arus dan teryata klekk ya terasa terinjak olehku ku ambil dan ku lap dengan jasku walau sama- sama basah. ku kembali dalam mobilku dan dia masih memanyunkan bibirnya tanpa rasa bersalah. kulajukan lagi mobilku lebih cepat dari sebelumnya aku benar- benar merasa tak dihargai. hatiku sakit rasanya air mataku ingin mengucur tapi kutahan sekuat tenaga. lagi-lagi dia bersikap seperti ini.
" kita sampai kau boleh keluar dan ambil tasmu dibelakang" kataku tanpa menatap kearahnya.
" biarkan saja "jawabnya dengan nada dingin.
" ambil ku bilang" kini emosiku benar- benar memuncak.
" kita akan mengantarnya besok jadi biarkan saja disana" dan dia masih dengan dinginnya.
" apa maumu sebenarnya?" ku coba bicara dengan lembut.
" lupakan wanita sialan itu" dengan sorot matanya yang tajam dan penuh penekanan.
" kamu tau ruby aku menemuinya kemarin dan dia memintaku untuk memilih dia atau kamu dan hari ini aku masih denganmu tapi sikapmu membuatku merasa menyesal tidak memilihnya. ku kira kamu benar- benar akan berubah tetapi tidak kau tetaplah kau yang keras kepala dan seenaknya sendiri kamu hanya menganggapku pohon uang untukmu. kamu tidak pernah sedikitpun menghargai keputusanku bagimu aku tak berarti apa-apa" jawabku panjang lebar dan kini aku benar-benar menangis bukan karena aku merasa direndahkan tapi aku menyesal telah melepaskan alice.
" jadi kamu membandingkan aku dengan wanita itu. kamu keterlaluan ramdan. " kini air matanya ikut terurai.
" maaf ruby tapi sepertinya hubungan kita tak bisa kita lanjutkan aku sudah habis kesabaran denganmu" aku sungguh tak sanggup lagi dengannya.
" aku tidak mau putus denganmu ramdan aku minta maaf aku hanya tersulut emosi" kini wajahnya yang tadi penuh emosi berubah menjadi penuh kesedihan.
" sudahlah ruby aku sudah sangat lelah dengan semua ini. aku sudah benar-benar tidak ingin melanjutkan ini lagi" ku kelurkan semua barang-barang nya dari dalam mobil dan ku masuk kedalam mobil kuhembuskan napas dalam-dalam untuk mengurangi sesak didadaku.
" kumohon ramdan buka pintunya kita bicarakan lagi" dia terus saja menangis dan aku lebih memeilih pergi entah kenapa hatiku terasa tercabik dan tiba-tiba aku teingat dengan alice.
ku lajukan mobilku dengan kencang memecah hujan aku tidak peduli dengan jalanan yang sedikit padat walau sedang hujan yang aku pikirkan hanya alice aku ingin bertemu dengannya rasanya aku menyesal tidak memilihnya tak peduli bajuku basah kuyup aku hanya ingin menemuinya.
dua jam sudah kulalui jalanan ku parkirkan mobilku dan aku diam didalam mobil sambil menarik napas dalam. setelah aku sampai aku malah jadi takut untuk turun keberanianku seakan hilang begitu saja. namun tak lama ku lihat alice keluar rumah ku tarik napasku dalam- dalam dan dia mendekat ke arahku.
" ramdan?" aku berkata dalam hati dan ku dekati mobilnya karena sedari tadi dia tak juga keluar " ramdan sedang apa kamu disini?" ku ketuk kaca mobilnya tapi dia masih menundukan wajahnya.
" alice" kupeluk dia dengan erat rasanya damai sekali berada didekatnya.
" kamu kenapa?" bukan apa bajunya yang terasa setengah basah dan dia tiba- tiba memelukku tanpa sebab sambil terus menangis.
" ku mohon beri aku waktu" aku benar-benar sulit berkata- kata. aku menyesali kesalahanku karena melepaskannya.
" waktu apa ? kamu kenapa?" aku tidak mengerti apa yang dia katakan"
" aku akan kembali kepadamu tapi ku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan semuanya." ku lepaskan pelukku dan menatapnya.tapi dia tidak mengeluarkan sepatah katapun dia hanya menangis. aku sendiri tidak mengerti dengan tangisannya. " aku pulang dulu" dia masih tak bersuara sampai aku benar-benar meninggalkan rumahnya.
***
apa yang dia katakan dia bilang dia minta waktu ramdan akan kembali padaku hatiku begitu berbunga bahkan karena aku bahagia aku tidak bisa menjawab perkataan ramdan yang keluar hanya air mata kebahagiaan, hatiku yang 2 bulan ini gelap gulita dan selalu resah tiba-tiba cahaya itu datang memberi suatu harapan baru dalam hidupku hanya saja bagaiman dengan rama dia sangat baik bahkan di yang selalu ada disisiku kemarin ketika hatiku hancur tanpa sisa tapi dan bukannya aku sudah siap akan membuka hatiku untu rama. bagaimana ini apa yang harus aku lakukan siapa yang harus aku pilih seorang yang sangat aku cintai tapi meninggalkanku dan tiba-tiba datang kembali atau rama orang yang setiap hari mencoba mengobati lukaku dengan segala cara agar aku tersenyum dan bahkan mau menungguku walau aku bilang aku masih mencintai ramdan. kenapa ini sangat begitu sulit pikiranku bergejolak tak karuan dan berakhir dengan aku yang terlelap.
hari ini aku berjanji pada rama akan pergi jalan- jalan bersama namun aku juga bilang pada ramdan bahwa aku meliburkan diri hari ini dan dia juga mengajakku pergi. tapi aku menolak ramdan bagaimanapun aku punya janji lebih dulu pada rama. tak lama rama sudah datang kerumah padahal waktu masih pagi " pagi sekali kamu sudah datang aku bahkan belum siap tunggu sebentar ya"
" aku ingin menghabiskan waktu seharian denganmu hari ini" rama dengan senyumnya yang penuh semangat.
setelah selesai aku mengajak rama sarapan dulu karena aku memang sudah masak nasi goreng. tadinya mau aku bawa tapi saat tahu rama sama-sama belum makan ku ajak dia makan bersama.
" kamu pintar masak alice, ini makanan terenak yang pernah aku makan" lagi- lagi dia pandai membuatku tersenyum
" kamu pintar memuji apa kamu selalu seperti ini ketika dimasakan wanita" godaku pada rama.
" kamu yang pertama" ucapnya sambil terus memasukan makanannya.
setelah kami selesai makan kamipun bersiap pergi karena kali ini rama bilang akan mengajaku seharian jalan-jalan jadi aku makan dengan porsi penuh karena aku ingin menikmati jalan-jalanku tanpa diganggu perut keroncongan. " pokonya aku ingin senang-senag hari ini" ucapku penuh semangat pada rama.
" pasti ku pastikan kau menikmati hari ini" ucap rama dan kamipun keluar rumah tak lupa ku kunci pintu tapi dan rama sudah membukakan pintu mobilnya tapi belum juga aku masuk kedalam mobil rama tiba - tiba ada sebuah mobil yang masuk dan teyata.
":.... RAMDAN.. "