penyesalan

1217 Kata
" Ramdan... mau apa kamu kesini" aku benar- benar kaget tiba- tiba ramdan kesini setelah kejadian tadi pagi yang membuatku kacau tidak karuan. " alice, aku ingin menjelaskan semuanya" aku mengantarkan ruby dan langsung kesini aku tidak mau alice benar- benar pergi dari sisiku, mungkin aku egois tapi aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. " sudah tidak ada yang perlu dijelaskan aku sudah sangat sadar dengan posisiku bahwa aku memang bukan siapa- siapa kamu jadi kamu berhak bersamanya. hanya saja aku sedikit kaget dan ya mungkin aku terluka tapi kamu tidak perlu kawatir aku tidak akan menganggu hubungan kalian" jawabku panjang lebar dan kurasa ramdan memang berhak memiliki kekasih mengingat kita memang sudah putus. " tapi aku masih mencintaimu" aku berkata jujur aku mencintai alice tapi aku juga mencintai ruby. aku memang egois ingin memiliki keduanya tapi aku bingung harus bagaimana. " jika kamu mencintaiku harusnya kamu memilihku dan meninggalkannya" air mataku mengalir dan kulihat ramdan hanya diam " kenapa hanya diam bukankah diammu itu sudah sangat memberikanku bukti bahwa kamu memang tidak bisa melepaskannya" aku benar- benar ingin marah dan menampar wajahnya tapi aku masih bisa mengontrol emosiku. " aku ingin kau disampingku alice aku hanya masih menyimpan keraguan untukmu. aku tidak mau hubungan kita dilandasi rasa tidak percaya" aku mengurai air mataku tidak peduli aku ini pria dan akan terlihat lemah dimata alice tapi aku sungguh tidak mau kehilangan dia. masih ada keraguan dihatiku tapi aku juga tidak bisa meninggalkan ruby yang sekarang merubah dirinya menjadi lebih baik hanya untukku. aku benar-benar bingung dan kacau. " aku juga mencintaimu tapi aku bukan tipe wanita yang merebut pria dari orang lain ramdan. aku sudah berusaha menjadi yang terbaik tapi kita tak juga mendapat titik terang bukan, pulanglah jika memang kita berjodoh tuhan akan menyatukan cinta kita lagi di hari yang lebih baik" hatiku lagi- lagi hancur mendengar ramdan mencintaiku tapi dia tak bisa melepaskan kekasihnya, aku sudah kalah dan rasanya aku ingin menyerah walau cintaku pada ramdan benar- benar luar biasa tapi aku tidak mau merusak hubungannya. ku suruh dia pulang dan dia pergi dengan sama- sama terluka. mungkin ini jalan yang harus kita tempuh. aku yakin waktu akan mempertemukan kita lagi jika tuhan menggariskannya untukku. *** setelah kedatangan ramdan beberapa hari lalu membuat hari-hariku terasa muram senyumku seakan hilang. aku benar- benar kehilangan sosoknya dia sering menghubungiku tapi kali ini aku tidak mau berharap lagi padanya aku benar- benar sudah sangat lelah dengan penantian ini. ku kira aku akan kembali padanya tapi sepertinya cintaku harus aku kubur dalam- dalam. ku sibukan hariku dengan pekerjaan dan sesekali aku ikuti kemauan rama ketika ia mengajakku jalan untuk mengurai kesedihanku. sekarangpun kami memang sedang makan siang bersama rama benar- benar sabar kepadaku dia bahkan selalu ada untukku. " alice, sampai kapan kamu menolakku. maulah kamu menerima cintaku lagi" aku sudah berulang kali mengatakan ini tapi alice selalu menolaknya kuharap aku bisa mendapat jawaban yang aku inginkan " maaf rama tapi aku belum bisa mencintaimu, aku masih mencintai ramdan, beri aku waktu rama aku belum bisa menerimamu sekarang" aku tidak ingin membawa rama pada posisi dulu menjadi batu loncatanku saja. aku tidak mungkin membiarkan orang sebaik rama terluka lagi karenaku. " baiklah alice, aku akan menunggumu sampai kamu siap, sampai kapanpun itu, rasa cintaku padamu sungguh tak pernah berkurang. " aku kecewa lagi karena alice menolakku lagi. aku sangat mencintainya bahkan akan kuberikan apapun padanya jika dia mau tapi dia tak juga melupakan ramdan bahkan aku sudah berusaha sangat keras menyakinkannya tapi dia selalu menjawab dengan alasan yang sama bahwa hatinya masih untuk ramdan. " terima kasih rama, aku tidak tau aku akan bertemu pria sebaik kamu bahkan kamu selalu perhatian padaku. jika bisa aku merubah hatiku maka aku akan memilih kamu rama hanya saja mungkin luka dihatiku ini masih butuh waktu" aku selalu jadi ratu dimata rama tapi entah mengapa rasa cinta itu tak juga hadir. " akhir bulan ini aku ulang tahun aku ingin kamu bisa jadi miliku dihari itu. aku ingin mengajakmu jalan menunggu jawabanmu di akhir bulan ini alice. bagaimana?" aku butuh kepastian dan aku berjanji pada diriku akan membuat alice bahagia nanti. " baiklah rama, aku akan mengatur jadwalku" aku harus segera move on aku tidak mungkin seperti ini terus. *** setelah pertemuanku dengan alice rumahnya dan dia memberiku pilihan yang membuatku tidak bisa berkata apa- apa karena aku tidak bisa melepaskan ruby karena dia sudah berubah menjadi wanita yang aku inginkan tapi aku juga tidak bisa melepaskan alice karena hatiku masih menyimpan perasaan padanya. hatiku hancur melihat matanya bengkak ketika keluar rumah dan kuyakin dia habis menangis lalu dia juga harus menangis dihadapanku aku sungguh tidak bisa menahan air mataku. ku diam dikantor ruby memang marah setelah kejadian itu aku yang tiba- tiba mengantarnya pulang karena hatiku tidak karuan saat alice melihatku dengannya kemarin tapi dia memberitahuku bahwa dia akan kekantorku hari ini. klek suara pintu terbuka dan aku sudah tau siapa yang datang karena siapa lagi yang berani masuk tanpa ketuk pintu selain ruby. " sayang aku ingin menemui temanku kamu antarnya" belum juga duduk dia sudah minta diantar. " temanmu siapa" tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari laptop. " susi sayang aku ada janji dengannya" jawabnya sambil bermanja- manja. " baiklah ayo berangkat aku hanya akan mengantarmu tidak mau menunggumu disana" aku bosan jika harus menunggunya disana karena dia akan bergosip ria sambil terus memilih barang- barang karena susi memang berjualan tas-tas branded. " iya sayang" sambil tersenyum manja padaku. akupun mengantarnya dengan sedikit malas aku sedang bosan dan harus mengantarnya ke temannya yang memang kurang aku sukai entah kenapa aku tidak suka denga sikapnya yang sedikit angkuh dan suka memamerkan barang-barang mahalnya. " sudah sampai" ucapku saat mobilku sudah terparkir didepan rumahnya. " makasih sayang, nanti jemput lagi ya setelah jam pulang kantor" pintanya tanpa menunggu jawabanku yang langsung beranjak pergi. sebenarnya aku malas menjemputnya tapi mau bagaimana lagi, semenjak kejadian itu aku jadi malas pada ruby dan pikiranku selalu saja tertuju pada alice. setelah jam pulang kantor aku melesat menjemput ruby tapi betapa kagetnya aku melihat dia membawa banyak tas. dia mendekat dan tersenyum antusias " baguskan ? bayar ya!" katanya dengan ringan. " maksudmu apa kenapa harus aku" aku kaget dan bingung. sambil melajukan mobilku " kamu kan pria jadi kamu yang harus bayar" jawabnya penuh penekanan. " kamu pikir aku mendapatkan uang dengan mudah" aku tak kalah keras. " aku tidak mau tau pokoknya bayar" wajahnya yang seakan menerkamku. sikapnya yang kasar dan arogan kini muncul dan aku benar- benar menyesal kembali padanya. " turun dari mobilku" aku menghentikan mobilku. " tidak mau" dia tetap pada pendiriannya " turun ku bilang" aku benar- benar marah padanya yang seenaknya saja padaku. dan dia beranjak turun tanpa membawa tasnya. "kamu tega ramdan" dia mulai menangis " kalau begitu kembalikan tasnya karena aku tidak akan membayarnya" aku tanpa menoleh padanya . " ya sudah" kulihat dia menangis dan ini membuatku tidak tega. " kita pulang saja, besok kita kembalikan tasnya" hatiku mulai tenang. " aku tidak mau pulang" ucapnya sambil melipat tangannya. " ini hujan dan aku sudah lelah" aku benar- benar lelah dengan pekerjaanku hari ini. " aku bilang aku tidak mau pulang ramdan" lagi-lagi dia membentakku. aku tidak perduli ku arahkan laju mobilku kearah rumahnya tapi tiba-tiba dia membuka kaca mobil dan melempar sesuatu kearah got dan itu teryata...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN