terungkap

1024 Kata
tidak aku sangka teryata investor ku adalah rama tapi aku harus profesional hingga semua urusan kerjaanku dengan rama selesai " baiklah kalau begitu aku langsung pulang semoga kerja sama kita berjalan lancar." ku bersiap untuk pergi sambil membereskan mapku. " diamlah dulu, bahkan makananmu belum kamu sentuh" ucapa rama sambil memegang tanganku. " tapi aku buru- buru" jawabku sedikit berbohong " duduklah" pintanya memelas. " baiklah. aku hanya akan menghabiskan mamakananki" akhirnya aku duduk kembali dan menaruh mapku dan aku mulai makan tanpa pembicaraan. " aku tidak menduga alice kita akan bertemu lagi" aku benar- benar tidak tau akan bertemu alice karena semua proyek ini diberlakukan atas nama ayahnya tapi justru alice yang datang akhirnya aku bertemu dengannya lagi. setelah dulu dia interview padahal aku sudah memastikan dia akan keterima tapi dia malah tidak datang lagi dan sepertinya menolak kerja disana. aku sungguh - sungguh berharap di kerja disana waktu itu. " hmmm... mungkin dunia tidak sebesar yang kita tau" aku sedikit canggung dengannya bagaimanapun dulu aku pernah tiba-tiba memutuskannya tanpa alasan. " aku bahkan belum bisa melupakanmu alice, walaupun kau mencampakanku tanpa alasan." entah kenapa tiba- tiba aku ingin membahas hal itu lagi. " ayolah rama itu sudah enam bulan lalu dan aku sudah tidak ingin membahasnya" tak aku sangka rama masih mengingat hal itu dan itu membuatku semakin canggung karena rasa bersalah. " apa kau tidak mau minta maaf karena menyakitiku, tapi aku merasa aneh, aku tidak bisa membecimu walau kamu membuatku terluka" aku benar-benar mengeluarkan isi hatiku. "ayolah rama. kalau kamu mau membahas hal itu terus aku akan pulang saja." aku benar- benar tidak nyaman dengan kata- kata rama terus saja menyudutkanku. " aku sudah selesai rama dan aku permisi" akupun bergegas beranjak. " hati-hati" ku hanya tersenyum simpul. aku benar- benar bingung rama terus saja membahas hal itu dan membuatku merasa bersalah aku meninggalkan rama untuk ramdan dan sekarang ku yang tidak diterima lagi oleh ramdan sungguh aku merasakan yang mungkin rama rasakan dulu. *** aku tiduran dikamar karena hari ini memang weekend dan entah kenapa hari ini ramdan tidak menghubungiku padahal setiap hari dia selalu menghubungiku dan bersikap seakan kami masih pacaran walau aku belum bertemu dengannya lagi setelah insiden aku pingsan. "alice apa kau tidak sibuk, aku ingin mengajakmu jalan" tiba-tiba rama mengirimku pesan. "tidak, boleh aku memang sedang jenuh" mungkin karena aku bosan hari ini ramdan tak ada kabar jadi tiba- tiba aku jadi tertarik dengan ajakan rama. " aku jemput sekarang" balas rama. kubersiap mengganti baju tidak tau rama mengajaku kemana yang jelas aku sedang bosan dan kesal karena ramdan tidak menghubungiku bahkan dia tidak menjawab telponku aku tidak bisa marah mengingat status kami yang hanya berteman tapi aku sangat risau. "mungkinkah dia sedang jalan dengan mantannya itu" gumanku dan membuatku semakin kesal. setelah menunggu tak lama mobil rama datang aku bergegas keluar dan masul ke mobil rama. " mau kemana kita" tanya rama. " terserah saja aku sedang bosan" ramapun melesatkan mobilnya aku hanya diam tak banyak bicara sesekali ku cek ponselku berharap ramdan mengirimiku pesan tapi hasilnya nihil.ku perhatikan jalanan kulihat rama fokus menyetir sambil sesekali menatapku. " siapa yang kamu harapkan, apa pacarmu tak memberi kabar padamu" ku lihat alice gelisah dan terus saja melihat layar ponselnya jadi aku beranikan diri bertanya. " tidak, aku tidak punya pacar jadi tidak ada yang ku tunggu kabarnya" jawabku tak semua bohong karena memang benar aku dan ramdan sudah putus dan kami tidak lagi berstatus pacaran hanya saja aku benci ketika dia tidak memberiku kabar seperti ini. " kita sudah sampai" kubawa alice ke kebun bunga agar dia bisa menikmati udara segar dan melepas kepenatan dari keramaian kota. " wah indah sekali dan lihat ini benar- benar luar biasa cantik sekali" aku benar- benar suka suasana alam dan bunga yang tersusun rapi dengan warna- warna cantik membuatku merasa berada di surga ditambah lagi dengan sejuknya suasana membuat hatiku yang sedang gelisah berubah seketika menjadi ikut berwarna seperti bunga- bunga yang ku lihat. namun alangkah terkejutnya aku ketika ku melihat sosok seorang pria yang sepertinya aku kenal dengan wanita yang spertinya pernah aku lihat. ya itu ramdan dengan wanita yang ada dikantornya dulu dan mereka sedang berjalan sambil bergandengan. hatiku yang tadinya berbinar berubah gelap lagi aku benar- benar sakit melihatnya, sakit karena waktu itu berarti ramdan membohongiku tentang wanita yang ada diruangannya itu. " alice aku ketoilet sebentar ya" rama beranjak ketoilet dan aku melihat wanita disebelah ramdan pergi. kudekati dia dan kulihat dia mendongak menatapku " pantas kau tidak menghubungiku teryata kau disini" senyumku sinis. " alice kau disini aku sedang mencari inspirasi untuk skripsiku" ucapku bohong. bagaimana mungkin alice tiba- tiba ada disini dan ini membuatku terkejut bukan main aku takut dia tahu aku disini dengan ruby. " jangan menipuku kau pikir aku tidak tau kamu dengan siapa disini" aku benar- benar sakit tapi rasa marahku pada ramdan tidak membiarkan air mataku jatuh. tak lama gadis itu datang. " aku pergi dia sudah kembali" ku tatap sinis wanita itu dan ku tatap kembali ramdan yang hanya diam tidak memberi penjelasan apa- apa. setelah rama datang aku langsung mengajaknya pulang rasanya aku ingin marah sejadi- jadinya dan menangis sampai air mataku habis, lagi- lagi ramdan memberiku luka, untuk apa dia masih mrnghubungiku memberi perhatian lebih tapi dia teryata kembali pada wanita itu. kupikir dia hanya benar-benar ingin sendiri. " terima kasih rama" ucapku setelah sampai dirumah " sama-sama, alice jika kau butuh teman bercerita aku siap selalu ada untukmu kamu jangan ragu menghubungiku" semenjak dia mengajakku pulang alice malah terlihat murung entah apa yang terjadi tapi aku tidak mau bertanya padanya. " iya rama" ku balikan badanku dan berlari kerumah karena air mataku tak kuat untuk mengalir, dan akhirnya air mataku jatuh hingga aku telelap karena aku lelah. setelah puas tidur aku bangun teryata hari sudah hampir malam aku tertidur cukup lama teryata ku membersihkan diri dan bersiap untuk makan karena perutku sudah lapar ini efek karena tadi aku melewatkan jadwal makan siangku sehingga sekarang perutku benar- benar perih. ku minum obat mag ku dan setelah menunggu setengah jam aku mulai makan namun tiba- tiba suara bel rumah berbunyi dan teryata " ramdan, ? "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN