sakit hati

1160 Kata
aku putuskan untuk kembali pada orangtuaku dan kujalani rutinitasku seperti biasa tiba- tiba nomor baru masuk dan aku mengangkat telponya " hallo apakah ini alice?" " iya ini siapa? ada yang bisa saya bantu?" jawabku sambil mengerutkan dahi. " aku dewi teman ramdan. ku dengar kau putus dengan ramdan karena melihatnya dengan wanita tempo hari, itu adalah aku aku benar- benar minta maaf. aku sedang kurang enak badan dan aku meminta ramdan mengantarku aku tidak tahu akan terjadi kesalah pahaman seperti ini, aku benar- benar minta maaf" ucapnya dan membuatku kaget dengan tuturan wanita ini. " tidak apa- apa, aku memang sudah berakhir dengannya dan mungkin karena kami memang tidak cocok" aku sendiri percaya tidak percaya padanya. "aku benar- benar minta maaf semoga kalian menemukan jalan terbaik" sepertinya dia serius. kututup sambungan telponya tanpa menjawab lagi, seharusnya jika memang benar dia tidak salah dia harus menemuiku tapi ini tidak dia hanya sekali bicara padaku. setelah hampir seminggu setelah kejadian itu ramdan benar- benar tidak menghubungiku lagi mungkin benar hubungan kami sudah tidak akan bisa diperbaiki. tapi seharusnya memang aku tidak cepat salah sangka padanya. apa aku harus menemuinya. dan ini malah membuatku pusing sepertinya aku merindukannya karena aku benar telah merasa kehilangan perhatiannya. aku seperti tak tentu arah akan kutemui dia nanti setelah pekerjaan dikantorku selesai. *** setelah beberapa hari ini sibuk akhirnya aku bisa libur sejenak dan hari ini aku ingin menemui ramdan sepertinya memang aku yang harus minta maaf. aku akan langsung ke kantornya saja karena ku yakin dia pasti disana mengingat ini bukan hari libur. setelah menyetir yang melelahkan karena memang jarak yang cukup jauh akhirnya aku sampai dikantor ramdan dan kulihat mobilnya terparkir disana sepertinya memang ada. ku keluar dari mobil dan ku sedikit berlari karena memang sedang hujan dan aku tidak menyimpan payung dimobilku. kubergegas keruangannya dan kulihat ada seorang wanita disana yanh sedang duduk. "alice" ku tersentak melihat alice datang kekantorku padahal ada ruby disana yang memang beberapa hari ini aku mulai dekat lagi dengannya karena dia sering datang kekantorku dan seperti mengisi lagi kekosongan hatiku. " ramdan, siapa dia? " kulirik gadis itu sekilah namun perhatianku teralihkan karena ramdan langsung mendekatiku dan membersihkan bajuku yang sedikit basah. " dia temanku sengaja kesini mengantarkan tugas kuliahku karena aku tak masuk kuliah,karena hujan dia jadi belum bisa pulang, duduklah" ku berusaha tenang dan tepaksa berbohong pada alice aku tidak mau alice tahu bahwa itu ruby. " bohong apakah dia mantan pacarmu" kulihat wanita itu tak memberiku senyum sedikitpun rasanya tidak bersikap seperti itu jika dia temannya. tapi dia tidak bergeming dan hanya menatapku sinis. tapi aku tidak mau salah sangka kejadian kemarin sedikit memberiku pelajaran. " bukan sayang" aku mengajak alice keruangan pribadiku aku tidak mau semuanya menjadi masalah " tunggulah sebentar aku akan mengantar temanku dulu kedepan" kutinggalkan alice yang sengaja beda ruangan agar tidak mendengar percakapanku dengan ruby. " sebaiknya kamu pulang dulu aku harus menyelesaikan ini" pintaku pada ruby " dia mantan pacarmu kan ingat kita sudah balikan aku tidak mau kamu kembali padanya. dan sekarang seharusnya dia yang pergi bukan aku, apalagi kamu tadi memberi perhatian padanya" cenhcar ruby karena aku memang baru saja balikan dengannya tepat sebelum alice kembali. " tolonglah aku janji tidak akan kembali padanya, aku sendiri tidak tahu kenapa dia kemari" pintaku memelas pada ruby karena aku tidak mau dia mengamuk mengingat dia mudah sekali tersulut emosi. " baiklah aku pulang, tapi ingat kita baru saja balikan" dengan nada yang mulai mengancam. " iya, iya" dan akhirnya ruby mau mengalah. akupun bergegas kembali ke ruangan alice. " hei, kenapa kami hujan- hujanan seperti ini" aku tidak tega melihatnya basah. " tidak apa-apa." aku tersenyum karena ramdan masih sangat perhatian padaku. " hmmm.. ramdan aku minta maaf karena aku tidak percaya padamu" sedikit gugup ku ucapkan penyesalanku. " tidak apa, seharusnya aku memang memberitahumu agar tidak ada salah paham" aku memang tidak lagi menjelaskan apapun pada alice karena aku merasa tidak dipercayai. bagiku apa yang harus dipertahankan jika tidak ada rasa saling percaya. " ramdan, emmm... kamu mau kembali padaku" aku benar- benar gugup mengatakannya aku tidak pernah seperti ini sebelumya menbuang egoku untuk mengajak seorang pria kembali. " maaf alice aku tidak bisa" aku baru saja mengatakan hal yang tidak mau aku katakan tapi mau dikata apa aku terlanjur kembali pada ruby yang beberapa hari ini mengisi kekosonganku. " kenapa? apa kamu kembali dengan mantanmu, atau tadi memang benar- benar mantan kekasihmu yang dulu" tak terasa air mataku menetes penolakan ini membuatku sangat terluka ini pertama kalinya aku menerima penolakan seperti ini setelah dulu ramdan yang mengejarku sekarang aku yang sepertinya tidak diharapkan. " tidak alice aku tidak kembali pada siapa- siapa. dan tadi dia temanku aku sudah mengatakannya padamu. kita berteman baik saja, aku harus menata hatiku karena kemarin aķu bena-benar terluka dan aku takut sakit hati lagi" tidak semua yang ku katakan pada alice bohong aku memang masih menaruh rasa pada alice tapi aku takut terluka lagi karena alice tidak percaya padaku. tapi sekarang aku milik ruby lagi aku benar- benar bingung dibuatnya. aku tidak mau melepaskan alice karena dia wanita yang lembut tapi aku tidak mungkin meninggalkan ruby tanpa alasan. " aku mohon ramdan" aku benar- benar terluka dan rasanya dadaku sesak bahkan melebihi rasa sakitku ketika kemarin aku memilih memutuskannya. rasanya benar- benar hatiku hancur sehancur-hancurnya. aku baru sadar kalau teryata aku sangat mencintai ramdan. hatiku sakit, mataku panas karena air mata tak juga mau berhenti dan badanku lemas. " maaf alice" aku tidak tega melihatnya terisak dan kupeluk dia namun tiba - tiba alice semakin berat dan teryata alice pingsan. ku rebahkan dia dan kubawa minyak angin dan tak lama dia siuman hatiku lega tapi dia hanya diam tak mau bicara padaku kuputuskan mengantarnya pulang dan ku hubungi ibunya. setelah menunggu akhirnya ibunya tiba dan aku pamit pulang " aku pulang mh, aku minta maaf aku dan alice sudah tidak lagi bersama" " kenapa? " ibunya terlihat kaget " alice tidak percaya padaku " teryata aku ikut mengurai air mata, sebenarnya aku tidak mau kehilangannya tapi aku terlanjur janji pada ruby. " itu keputusan kalian ibu tidak akan ikut campur, terima kasih sudah menjaga alice" dengan raut kekecewaan yang tersirat diwajahnya. " aku pulang mah" kucium tangan ibunya dan kulirik lagi kekamar tapi alice masih menangis memunggungiku ku langkahkan kakiku berat dan aku pulang entah ini akan jadi yang terakhir atau tidak aku kesini yang jelas hatiku sama hancunya dengan alice. *** setelah beberapa hari tidak masuk kerja karena kejadian malam itu aku kembali ke rutinatasku masih sangat terasa sakit dihatiku karena ramdan tapi aku tidak mau berlarut- larut dalam kesedihanku. seelah kejadian itu ramdan masih memberiku perhatiannya hanya saja dia tidak lagi menemuiku.sebenarnya ini sedikit mengobati rasa rinduku walau memperlambat proses aku melupakannya. hari ini aku ada rapat dengan salah seoramg investor dan dia ingin sambil makan siang padahal aku benci wakti istirahatku terganggu tapi apa boleh buat. namun betapa terkejutnya aku siapa yang jadi calon investorku dan itu teryata. "RAMA"....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN