orangtua ku pun hari ini pergi kembali keluar kota. aku kembali ditinggal sendiri dan kehampaan mulai menemaniku lagi. tapi sebelum mereka pergi ibuku memutus bi indun untuk bekerja setiap hari dirumah dan menginap karena tidak mau aku seenaknya bekerja dirumah yang kadang malah jadi tidak terurus dan juga takut aku macam- macan jika aku tinggal sendiri mengingat sekarang aku punya kekasih.
seminggu lagi masa kerjaku habis dan aku sudah harus pindah dan aku belum memberi tahu ramdan soal kepindahanku yang harus mulai mengurusi bisnis ayahku karena dia memang memberi perusahaan itu padaku mengingat semua kakakku memiliki perusahaannya sendiri. dan aku memang berencana memberi tahu ramdan hari ini.
sepulang aku kerja di apotek seperti biasa ramdan menjemputku dan aku memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang di kedai nasi goreng pinggir jalan namun rasanya tidak kalah dengan restoran mewah, tak lama pesanan kamipun datang. " ramdan minggu depan mungkin aku sudah tidak kerja lagi disini aku akan menyusul orangtuaku" kukatakan dengan ragu kutakut ini berimbas pada hubungan kami.
" minggu depan? kenapa cepat sekali? "aku kaget mendengar alice yang tiba-tiba bilang bahwa dua akan pergi.
" sebenarnya aku sudah punya rencana sebulan lalu tapi baru sekarang aku berani bicara" aku mulai takut karena ramdan sepertinya nampak tak suka.
" kenapa? apakah kamu tidak nyaman bersamaku disini, enam bulan sudah kita lewati bersama dan kamu akan pergi" aku sungguh tidak rela jika aku harus jauh dengan alice.
" bukankah kita masih bisa berkomunikasi lewat telpon." ku coba untuk menyakinkan ramdan.
" entahlah alice aku tidak pernah LDR sebelumnya aku tidak tahu aku sanggup atau tidak" aku memang tidak pernah menjalin hubungan jarak jauh aku selalu takut wanitaku tergoda orang lain jika jauh. ku habiskan makananku dan kulihat alice pun sudah habis, kamipun pulang dan dalam perjalananpun kami hanya diam. ada ketakutan sendiri dalam benakku dan aku benar-benar bingung kedepanya akan seperti apa. " alice aku harap kamu membatalkan rencanamu" ku hentikan mobil karena kita memang sudai sampai.
" maaf ramdan tapi aku sudah janji pada papahku" aku benar- benar tidak bisa berkata apa-apa.
" jika itu keputusan kamu terserahlah" teryata tekad alice sudah bulat dan tidak bergeming olehku apa daya aku hanya bisa membiarkanya karena itu adalah jajnjinya tentang hubungan ini aku rasa mungkin akan ku coba jalani seperti ini walau mungkin nanti akan membuat kita mwnjadi jarang bertemu.
***
hari ini aku pindah ramdan mengantarku ke luar kota tidak terlalu jauh memang hanya memakn waktu 2 jam tapi itu akan berimbas pada waktu bertemu kami nantinya yang mungkin menjadi sangat jarang karena mungkin kita akan bertemu jika weekend saja. " terima kasih sudah mengantarku" kataku karena kita sudah sampai.
" tidak apa-apa aku akan sering kesini akhir minggu" aku harus siap pacaran jarak jauh seperti ini aku mungkin akat sangat rindu pada alice tapi mau bagaimana lagi. akupun melesat kembali ke rumahku dan ku mampir sebentar ke kantor tapi betapa kagetnya aku ketika kulihat ruby menungguku diloby.
" ramdan" kulihat senyumnya.
" mau apa kamu kesini, kita sudah tidak ada hubungan" jawabku sinis.
" aku bawakan makan siang, kita makannya" tanpa mendengar jawabanku ruby melenggang masuk ruanganku.
" aku siapkan, makanlah ini hanya tanda kalau aku benar- benar hanya ingin berteman denganmu. biarlah masa lalu jadi masa lalu" ku lihat senyumnya tulus. dan aku sedang tidak ingin berdebat karena aku lelah setelah menyetir tadi. kuhabiskan makananya karena rasanya memang enak ruby memang pandai memasak dan selalu membuatku menghabiskan makanannya.
" ya sudah aku pulang. selamat bekerja ya" lagi- lagi ruby datang dihidupku.
" terima kasih untuk makan siangnya" aku masih dengan wajah datarku karena aku tidak mau dia salah sangka.
" sama-sama" dan dia berlalu dari ruanganku. ku sandarkan punggungku dikursi baru hari pertama tanpa alice dan aku sudah makan siang dengan ruby. jika saja alice tau ini bakalan menjadi hal besar. ku tepiskan pikiranku dan kembali pokus pada pekerjaanku yang sebenarnya sudah menunggu daritadi.
***
seminggu sudah ku jauh dengan ramdan kami hanya saling menghubungi lewat telpon dan kadang video call namun karena weekend ini ramdan harus ke kampus karena sibuk dengan skripsinya aku memutuskan untuk pulang menemuinya karena memang ada beberapa barang yang ingin aku ambil ku senyum- senyum sendiri sudah tak sabar ingin bertemu dengannya namun betapa kagetnya aku saat sampai dikampus ramdan ku lihat dia bersma seorang wanita. akupun sengaja melihatkan diriku dan dia melihatku setelah memastikan dia melihatku akupu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilku ke rumah lamaku. ku lihat ramdan mengejarku di belakang dan memotong laju mobilku dan berhasil membuatku menghentikan laju mobilku.
" buka pintunya alice " ku gedor kaca mobil alice karena dia langsung masuk mobil ketika melihatku dengan dewi padahal dia hanya ingin menumpang denganku dia pergi tanpa bertanya dan tanpa mendengar penjelasanku.
" apa aku tidak ada urusan denganmu lagi." aku benar- benar marah mungkin ini kelakuannya ketika aku jauh dan niatku untuk memberi kejutan malah aku yang terkejut aku sudah pernah diselingkuhi dan ini membuatku trauma dan sekarang aku melihat ramdan dengan wanita.
" dengar alice dia temanku kamu salah paham" kuharap alice mau mendengarku karena aku benar- benar tidak mau kehilangannya.
" lebih baik kita putus saja" tiba-tiba saja kata itu keluar begitu saja dari mulutku. padahal aku sangat mencintai ramdan dan sekarang hatiku sakit.
" tolong alice percayalah" aku mengurai air mataku tapi alice nampak tak bergeming dia meminta putus dan meninggalkanku dijalan. hatiku hancur mendengar kata putus dar mulutnya padahal aku sangat mencintainya, lebih sakit lagi karena dia tidak percaya padaku.kenapa alice kamu tidak percaya padaku aku bahkan belum menjelaskan apapun. aku benar- benar hancur runtuh dan dadaku benar- benar sesak.
***
akhirnya aku sampai dirumah lamaku air mataku tak henti mengalir melihat orang yang baru saja mengisi relung hatiku membawa wanita lain dadaku sesak hatiku hancur langkahku gontai bagaimana mungkin aku bisa merasakan sakit yang sesakit ini. apa ini balasan dari rasa sakit rama karena dulu aku tiba-tiba memutuskannya dan sekarang aku dihianati. rasanya aku tak sanggup lagi jika harus menemui ramdan. ahkirnya semalaman aku menangis hingga aku tertidur karena lelah.
pagi berlalu mataku sembab karena menangis semalaman ramdan tidak menghubungiku lagi mungkin dia memberiku waktu atau memang dia tak peduli padaku. aku putuskan untuk kembali pada orangtuaku dan kujalani rutinitasku seperti biasa tiba- tiba nomor baru masuk dan aku mengangkat telponya " hallo apakah ini alice?"