bertemu orangtua

1037 Kata
tak kuduga ramdan tiba-tiba mengajakku kerumahnya dan ini baru pertama kali dalam hidupku pergi kerumah pria aku merasa ramdan serius padaku. rama sendiri belum pernah mengajakku kerumahnya,sebenarnya dia pernah mengajakku sekali tapi aku menolak. aku bukan orang yang pintar bermain kata jadi aku hanya bicara sekedarnya saja. biarlah anggapannya seperti apa. semenjak perkenalanku dengan ramdan dan masa pacaran kami saya sendiri belum berani mengenalkan ramdan pada orang tuaku karena aku tidak tau mereka tau atau tidak bahwa aku sudah putus dengan rama.dan hari ini mereka pulang aku akan menjelaskannya jika mereka datang. setelah diantar ramdan kerumah usai dia mengajakku kerumah orang tuanya kulihat mobil ayahku terpakir di depan rumah " ramdan kumohon hari ini sebaiknya kau jangan kerumah dulu, itu mobil orang tuaku dan aku ingin menjelaskan dulu perihal rama" pintaku pada ramdan, aku ingin semua selesai dulu baru aku akan mengenalkan ramdan aku tidak mau dicap mempermainkan rama dihadapan orang tuaku. " kenapa alice kita bisa jelaskan ini bersama kan" sejujurnya aku ingin mengenal keluarga alice karena aku tidak pernah main-main dalam berhubungan dengan alice. aku selalu menjalin hubungan yang serius itu sebabnya aku mengenalkan dia pada orang tuaku. " orang tuaku akan tinggal disini beberapa hari aku akan mengenalkanmu besok, hari ini beri aku waktu untuk menjelaskan tentang rama aku tidak mau mereka salah paham" aku menjelaskan yang sebenarnya orang tuaku tidak suka melihatku sebagai wanita menyakiti pria walaupun kami hidup di era maju mereka masih percaya tentang sumpah serapah seorang pria yang katanya akan manjur jika sakit hati. " baiklah, tapi ingat aku ingin bertemu mereka besok" pintaku pada alice yang dia anggukki. aku ingin sekali minta izin pada orangtua alice tentang kedekatan kami tapi mau bagaimana alice yang memintanya aku harus mengikuti permintaanya. akhirnya aku pulang dengan sedikit kecewa tapi apa boleh buat. kubuka pintu rumah dan kulihat sekeliling tapi tak nampak ayah dan ibuku" mah, pah" dimana mereka kumenerka nerka dalam hati. "iya sayang kamu sudah pulang" kulihat mama keluar dari dapur dan diikuti papah. " sedang apa didapur?" kucium tangan keduanya. " papah sedang menunggu masakan ibumu, papah sudah sangat lapar" papah yang sambil mengusap perutnya. " sebentar lagi, kamu siap-siap dulu kita makan bersama ya" susruh mamah sambil mengurai pelukan. ku bergegas mandi sangat semangat sekali karena jarang sekali orangtuaku pulang dan berkumpul bersama ini adalah moment spesial buatku. tidak tentang masakan yang harus mewah tapi kebersamaan yang membuat semua terasa hangat dan nikmat. kamipun makan sambil sesekali membahas pekerjaanku dan pekerjaan papah. "kapan kamu mau bergabung diperusahaan papah, jangan hanya kerja di apotek kamu sudah janji akan melanjutkan usaha papahkan" kumenatap papah dan menelan salivaku. "secepatnya pah alice sudah mengajukan pengunduran diri dan itu butuh waktu satu bulan jadi alice minta waktu sama papah, alice tidak mau keluar dengan cara baik-baik" ku teguk airku yang memang makananku sudah habis. " baiklah papah kasih kamu waktu" ku hanya mengangguk setuju. " pah soal rama apa papah tau kalau aku dan rama sudah putus" tanyaku sambil sedikit gugup. " papah sudah tau. rama menelpon papah waktu itu meminta papah agar menghubungimu tapi papah bilang semua keputusan ada pada kamu" perkataan papah membuatku tersenyum lebar. " terima kasih pah, satu lagi pah aku ingin mengenalkan seseorang pada papah besok mumpung papah libur" papah hanya menatap dan malah ibuku yang kepo " wah teryata anak mamah mulai nakal, ingat sayang jangan mempermainkan hati laki-laki mamah gamau kamu kena karma" ucapan mamah berhasil membuatku takut. " iya mah" dan acara makan pun selesai, akupun kembali ke kamar tidurku. ku beri tahu ramdan bahwa besok dia boleh menemui orangtuaku. *** malam berlalu dan berganti pagi hari ini ramdan datang kerumah ku tunggu dia sambil tiduran dikamar dan memainkan ponselku hingga suara klakson mobil menghentikan aktivitasku dan ku lihat ke jendela dan teryata ramdan sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah, akupun bergegas keluar rumah dan menemui ramdan " sudah datang " ku tersenyum kearahnya, teryata dia benar- benar datang gumanku dalam hati. " aku kan sudah bilang aku serius" sebenarnya aku deg-degan tapi aku ingin membuktikan pada alice bahwa aku tak pernah main-main dengannya. " ayo masuk " sambil ku gandeng tangan ramdan menuju rumah. " mah,pah ada ramdan " ku panggil kedua orangtuaku dan tak lama mereka datang. " tunggu ya aku ambil minum dulu" kutinggalkan ramdan dengan kedua orangtuaku dan ku siapkan teh hangat untuk ramdan. " selamat pagi om, tante" kucium tangan kedua orangtua alice sebenarnya aku sedikit gugup tapi aku benar- benar ingin mengenal kedua orang tuanya. " duduklah " titah ibu dari alice. " kamu tinggal dimana? apa orang tuamu tau kamu kesini? " tiba- tiba ayah alice memulai pembicaraan. " saya tinggal tidak jauh dari apotek tempat kerja alice om, orangtua saya tau saya kesini dan mereka tau hubungan saya dan alice" jawabku dengan hati yang mulai terasa tegang. aku taku keluarga alice tidak suka padaku. " dengar nak saya dan istri saya sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan alice berhubungan dengan siapa, bagi kami asal dia bahagia dan kalian pacaran sehat dan tidak melebihi batas kami izinkan" ucap ayahnya alice membuatku merasa lega. " terima kasih om saya hanya meminta izin jika saya sering main kesini" dan membuatku yakin dengan keluarga alice bahwa mereka sangat open pada siapa saja dan aku merasa semakin yakin walau ibuku sepertinya masih kurang setuju dengan hubunganku tapi itu tidak masalah waktu akan meluluhkan hati ibuku. setelah becakap- cakap alice datang dengan teh hangat yang dibawanya " ini minumlah" dan aku tersenyum. "papah dan mamah kedalam ya lice" merekapun beranjak pergi meninggalkan alice dan ramdan. " apa yang kamu bicarakan" tanyaku karena aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka dari dapur karena jarak dapur lumayan jauh. " itu rahasia " kekehku dan alice memayunkan bibirnya dan membuatku tertawa geli. sebenarnya tidak ada yang perlu dibicarakan lagian ini hanya obrolan biasa tapi aku suka melihatnya penasaran karena itu membuat aku gemas. " aku pulang ya, karena aku harus menemui dosen hari ini ada mata kuliah yang harus kuselesaikan" memang hari ini aku tidak masuk kantor karena ada mata kuliahku yang sedikit jelek dan harus kuperbaiki dan aku bersiap pulang. " ya sudah, hati- hati" sebenarnya aku penasaran apa yang mereka bicarakan tapi ramdan malah tidak menjawab dan akan pulang karena harus ke kampus padahal aku masih ingin bersamanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN