kegugupan

1197 Kata
tiba-tiba alice tidak mau pulang padahal dia suka enggan jalan jika selesai sift malam. dia malah memilih untuk pulang ke apartemen orang tuanya dan aku baru tau kalau alice juga memiliki apartemen. aku belum tau pekerjaan orang tuanya kenapa alice kerja di apotek padahal orang tuanya terlihat orang berada bisa saja kan dia kerja dikantor ayahnya supaya semuanya terjamin tapi tak trlihat pada alice dia selalu memakai motor yang jadul padahal dia punya mobil dia memilih tinggal sendiri dan membersihkan rumah sendiri padahal dia mampu menbayar asisten rumah tangga dia benar- benar terlihat madiri dan dewasa dan aku belum benar- benar mengenal dia. dia bilang kalau rama mantan kekasihnya itu ada dirumahnya dan menunggunya padahal aku ingin sekali menemuinya dan melihat bagaimana wajahnya. aku ingin dia tahu kalau alice telah menjadi miliku dan dia jangan mengaggunya lagi tapi alice malah melarangku dengan alasan dia tidak mau ada keributan dan tidak mau rama tau kalau dia memutuskan rama karena memiliki pria lain. *** setelah mengosongkan jadwalku kumeluncur menemui alice aki ingin penjelasan yang sebenarnya kenapa alice memutuskanku sepihak aku yakin ada pria lain, kuputuskan untuk mendatanginya ke apotek memastikan dia ada disini atau tidak dan teryata iya kulihat dia sedang mengobrol dengan teman prianya dan saatku menyapanya dia terlihat kaget dan tidak mengatakan apapun. mungkin dia kaget melihatku disini tanpa memberitaunya bahkan sampai ku bilang akan kerumahnya pun dia masih saja diam dan tak bergeming. setelah bejam-jam aku menunggu teryata alice tak juga pulang mungkin dia memang sengaja menghindariku sudah dirasa lelah akhirnya kisimpan kue kesukaan alice yang sengaja ku bawa sesekali ku lihat kearah jalan berharap dia pulang tapi tak juga ada hanya ada bi indun yang datang untuk menyalakan lampu- lampu rumah alice. " tuan, nyonya sepertinya tidak pulang mungkin dia ke apartemenya sebaiknya tuan pulang saya tidak tega melihat tuan disini daritadi" bi indun setelah selesai menyalakan lampu saya hanya tersenyum dan melihat dia kembali kerumahnya yang kebetulan memang disebelah rumah alice. ku diam sejenak dan sepertinya bi indun memang benar alice tidak pulang untuk menghindariku ku dimpan kue itu diteras dan kutarik napas dalam dengan penuh kekecewaan akhirnya aku pulang karena alice tidak mau membalas pesan dan mengangkat telponku mungkin ini akhirnya dan aku menyerah. *** berbulan- bulan hubunga kami benar- benar berjalan mulus tanpa kendala hari-hari kami benar- benar kami nikmati hanya kadang ada perbedaan pendapat tapi itu tak jadi masalah apapun kami lebih banyak bahagia setiap harinya. hingga tiba- tiba ada panggilan interview di salah satu rumah sakit ternama bahkan aku sudah lupa kapan aku memasukan lamaranku jauh sebelum aku mengenal ramdan dan masalahnya rumah sakit itu denkat dengan kantor rama malah bisa dibilang bersebelahan. ku beritahu ramdan bahwa aku ada panggilan interview dan aku ingin mencobanya aku penasaran tapi tak sedikitpun aku beritahu kalau rumah sakit itu dekat dengan kantor rama, ramdanpun mengantarku pergi kesana dan aku memintanya untuk pulang karena aku akan disini beberapa hari untuk ikut tiga tahapan test dan ramdan pun pulang. hari pertama interviw sangat melelahkan bahkan aku seharian disana untuk ikut psikotes yang membuat hariku sibuk sekali dan membuat perutku terkuras. dan aku memutuskan untuk makan di cafe sebrang rumah sakit sebenarnya aku takut rama disini tapi mau bagaimana lagi aku tidak mungkin pergi jauh karena ada test tulis setelah ini. ku memesan makanan dan kunikmati suasana cafe yang kebetulan ada penyanyinya namun betapa kagetnya aku saat tiba- tiba yang aku takutkan terjadi rama tiba- tiba duduk didepanku " apa kau sendiri? kenapa ada disini?" ucapnya dan aku kaget bukan main andai aku belum memesan makanan aku mungkin akan pergi." aku ada panggilan interview dirumah sakit ini" jawabku terbata-bata dan makananku datang ku lihat rama terus saja menatapku tanpa memesan makan " jangan menatapku seperti itu kamu tidak makan?" rama hanya menggeleng. " aku tidak tau kenapa kau memutuskanku dan tiba- tiba datang kemari tapi jika kau akan pulang kau bisa menghubungiku. aku akan mengantarmu pulang" entah kenapa rama bicara seperti itu dan itu membuat selera makanku jadi menghilang kita sudah lama putus dan rama masih membahasnya. setelah susah payah akhirnya makananku habis dan ketika aku akan membayarnya kasirnya bilang kalau makananku sudah dibawar rama sepertinya dia kenal rama ah karena mungkin rama sering makan disini kukembali ke rumah sakit mengikuti tahap selanjutnya dan setelah selesai ku kembali ke hotel yang aku sewa. memang masih dekat dengan kantor rama dan anehnya penghuni hotelpun bertanya namaku yang dia bilang melayani apapun karena intruksi rama bagaimana mungkin semua yang kudatangi mengenal rama apakah rama seterkenal itu ah bodo amat pikirku. keesokan harinya kuputuskan untuk pulang tanpa ikut tahap test terakhir test komputer karena aku mulai lelah malas berhubungan dengan orang- orang yang semuanya mengenal rama bahkan aku tidak memberi tahu ramdan kepulanganku karena aku tahu dia pasti sedang dikantor. *** rasanya aku benar- benar dibuat gila oleh alice aku bahkan rela menjemput dan mengantarnya kerja dan sebaliknya seoertinya aku tidak bisa lama- lama denganya dan sekarang aku akan ditinggal beberapa hari karena dia ada test interview dirumah sakit besar dan dia bilang dulu rumah sakit itu adalah incarannya. namun aku kaget kenapa tiba-tiba alice pulang padahal jadwalnya dia pulang besok dia bilang itu impiannya tapi dia malah tidak melanjutkan tahapan selanjutnya tapi aku tidak banyak tanya mungkin dia tidak nyaman dengan suasananya. yang jelas aku bahagia karena alice sudah pulang dan aku bisa melepas rindu sekaligus aku ingin mengajaknya kerumah dan mengenalkannya pada orangtuaku mumpung mereka ada dirumah karena hari ini alice masih cuti mengingat memang seharusnya dia pulang hari ini. ku jemput dia dan seoertinya dia terlihat sangat gugup. " kenapa apa kamu takut?" tanyaku " iya ini lebih menegangkan daripada kemarin aku ikut wawancara " jawabnya dan aku terkekeh. " tenang saja ibuku bukan srigala yang akan menerkammu" dan dia malah cemberut dan itu membuatku gemas ingin sekali ku cium bibir sexynya itu. kamipun tiba kulihat alice menarik napas panjang mungkin untuk mengusir keteganganya " ramdan aku tidak pernah kerumah pria sebelumnya aku gugup sekali" dia menghentikan langkahnya " sudah kubilang kamu tidak perlu risau ini bukti kalau aku serius padamu" jawabku meyakinkannya. kamipun sampai didalam rumah dan kulihat ibuku sedang masak kugandeng alice mendekatinya " mah coba lihat siapa yang datang" dengan masih menggandeng alice " wah ada tamu " mamahku mendekati alice " hallo tante apa kabar" lalu alice mencium tangan ibuku. " makanlah tante sedang masak" bujuk ibuku " terima kasih tante tapi saya sudah makan" jawab alice ramah. " baiklah kalau gitu tante tinggal" dan ibuku kembali kedapur setelah lama berbicang alice ku antar pulang namun saat kembali kerumah ibuku mencehcarku dengan banyak pertanyaan " siapa dia? dia kuliah atau kerja? dimana rumahnya? seumuran denganmu atau tidak?" dan berhasil membuatku pusing " dia bekerja mah dan rumahnya tidak jauh dari sini umurnya sepertinya sama denganku." jawabku jujur " ingat rama dia sudah kerja dan akan memintamu menikah mamah tidak mau kamu menikah sebelum kuliahmu lulus dan bertanggung jawab pada pekerjaanmu diakantor" cehcar ibuku dan sepertinya dia agak takut jika aku cepat menikah dan lalai dalan kuliahku padahal aku dan alice belum pernah membahas masalah itu sama sekali. ku tepis semua lamunanku biar saja lagi pula kami masih ingin menikmati hari-hari ibuku terlalu jauh membayangkan hingga menikah padahal kami masih ingin menikmati hari-hari.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN