“Menang atau kalah itu sama, sama-sama menjadi batu pijakan untuk hidup kita.”—Katsuragi Odo . . . Orlando, 2043 Sorak sorai penonton dari bangku-bangku mereka semakin keras. Udara panas dan bau keringat kini tak lagi mengganggu para penikmat permainan olehraga ring itu. Meski pendingin ruangan telah dinyalakan dari segala penjuru, tetap saja banyaknya manusia membuat arena tersebut menjadi luar biasa engap. Hanya saja, begitulah orang-orang yang menyukai sesuatu, terkadang lupa tempat dan kondisi saat mereka melihat hal yang disukai. Di atas ring sana, jagoan para penonton heboh itu tengah mempertahankan sebuah kebanggaan sebagai seorang petinju. Roderrick Barnard lah salah satu dari kedua atlit yang sedang bertarung. Peluh telah menets dari seluruh bagian tubuh kedua lelaki

