“Mengetahui kebenaran tidak selalu melegakan.”—Rei Harold. . . . Kiyomizudera, 2043 Rei menatap jauh ke arah lembah di hadapannya. Sesekali dirinya mengeratkan jaket putih tebal yang membalut tubuhnya. Pertengahan musim dingin sudah tiba, membuat dirinya menjadi lebih sensitive akan semua hal. Rei tidak suka musim dingin. Ia membenci musim itu, karena pada saat itu ia akan merindukannya sosok Harold, ayahnya. Terbayang kembali di benaknya bagaimana dulu ia sering bermain bola salju bersama saudara-saudaranya di halaman rumah. Di pikiran Rei saat ini, ia dapat melihat kembali tawa yang menghiasi setiap wajah saudaranya begitu pun dengan ayahnya. Masa-masa itu adalah masa yang ingin Rei ulang kembali, tetapi sang Sense tahu dirinya harus menghadapi masa ini. Terkurung di masa lalu

