“Penyesalan bukan hanya dari kata-kata, tetapi dengan perbaikan.”—Hear Saber. . . . Rodderick segera beranjak dari posisinya. Polisi wanita yang datang bersama Hear membuat tubuhnya bergetar hebat. Keringat dingin membasahi keningnya. Dalam pikirannya, berkali-kali Rodderick meyakinkan diri untuk melawan. Ia memang berniat menyerahkan diri ke polisi, tetapi rasa takut di hatinya membuat dia ragu. Wanita berjas hitam itu kini mengeluarkan pistol dari sakunya. Rodderick terkesiap. Ia mengambil ancang-ancang untuk bertarung. ia meyakinkan diri untuk menyerah, tetapi saat ini perlawanan yang akan ia lakukan. Paling tidak, dirinya telah berniat menyerahkan diri suatu hari nanti, dengan tanpa paksaan. Maka, saat polisi wanita itu semakin dekat dengan dirinya, Rodderick segera menyerang

