Revenge

2093 Kata
Deklarasi perlindungan yang diserukan oleh Yao Wang tidak hanya mengejutkan Nikolai dan para bawahannya, tetapi juga Nadia sendiri. Ia tidak pernah berpikir bahwa Yao Wang akan mengatakan demikian di hadapan kakaknya dan orang-orang yang lain. Yao Wang biasanya akan berjuang keras untuk melindungi Liu Jia Li apapun alasannya karena ia memang mengabdikan diri sepenuhnya kepada pria itu. Ini adalah pertama kalinya Yao Wang menjanjikan perlindungan kepada seseorang selain Liu Jia Li. “Yao…” Gumam Nadia pelan. Pria Asia itu masih terus berusaha meyakinkan Nikolai bahwa keselamatan Nadia adalah tanggung jawabnya. Yao Wang juga mengatakan bahwa Nikolai tidak perlu khawatir dan bisa fokus untuk menuntaskan urusannya kepada Liu Yantsui karena Nadia ada dalam perlindungannya. Yao Wang bahkan bersedia menggunakan nyawanya sendiri untuk melindungi Nadia jika memang perlu. Nikolai jelas masih ingin melarang Nadia untuk ikut. Ini bukan tentang adanya perlindungan atau tidak. Ia menuju ke markas Dragon’s Claws benar-benar untuk berperang dengan Liu Yantsui dan para bawahannya. Nikolai tahu Nadia sudah berlatih banyak hal sepanjang hidupnya, namun apakah itu cukup? Lawan mereka adalah Liu Yantsui. Gadis itu bahkan pernah diculik dan disiksa dengan sangat keji. Lantas mengapa Nadia bersikeras ingin ikut dalam penyerangán ini? Nikolai benar-benar tidak mengerti. “Kalian merencanakan sesuatu?” Tanya Nikolai skeptis. Nadia mengernyit. “Jika yang kau maksud rencana untuk membunuh Liu Yantsui dengan cara yang paling menyakitkan, maka jawabannya benar.” “Nadia, jawab aku dengan jujur. Kau tidak sedang merencanakan hal lain yang berbahaya ‘kan?” Nadia mendecak keras mendengar hal tersebut. “Harus berapa kali aku mengatakan padamu bahwa aku hanya ingin berpartisipasi untuk membunuh Liu Yantsui. Biarkan aku sedikit balas dendam atas apa yang terjadi padaku sebelumnya. Yao sudah menyanggupi untuk melindungiku, meski aku rasa itu tidak perlu. Kau tidak usah khawatir dan lindungi saja Jia Li Gege lalu selesaikan urusanmu sendiri.” Nikolai mengusap wajahnya. Setiap kali Nadia menginginkan sesuatu yang benar-benar penting menurutnya, Nikolai sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk membantah keinginannya apapun yang terjadi. Selama ini, Nikolai juga belum pernah berhasil membantah keinginan Nadia yang cukup berbahaya seperti saat ini, dan tampaknya kali ini pun akan berakhir demikian. “Baiklah aku menyerah.” Ucap Nikolai sembari menghela napas. “Berjanjilah satu hal padaku Nadia, jangan sampai kau terluka.” Nadia menarik seringai samar. “Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu.” *** Nikolai dan Liu Jia Li datang tepat ketika markas Dragon’s Claws sudah penuh dengan suara pertarungan antara anak-anak buah Liu Yantsui dengan anggota Bratva yang dibawa oleh Rodion. Ada banyak korban yang berjatuhan baik dari sisi bawahan Liu Yantsui pun bawahan Bratva sendiri. Nikolai segera menyerobot kerumunan bersama dengan Liu Jia Li untuk mencari keberadaan Liu Yantsui, sementara Nadia dan Yao Wang masuk dari tempat yang berbeda untuk menghindari keributan yang ada. Liu Yantsui duduk pada sebuah kursi single dengan mayat Lin Xianming di kursi lain yang terletak di sebelahnya. Kondisi mayat Lin Xianming masih sama seperti foto yang terkirim pada ponsel Nadia sebelumnya. Yang pertama kali bertemu dengan Liu Yantsui adalah Nikolai dan Liu Jia Li. Wajah tenang Liu Yantsui yang tampak sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran pasukan Nikolai langsung berubah ketika melihat Liu Jia Li. “Akhirnya kau kembali, adikku tersayang.” Liu Jia Li mendecih benci. “Berani-beraninya kau menghancurkan segala hal yang sudah aku bangun dengan susah payah!” “Kau seharusnya kembali kepada kakakmu ini. Ingat Jia Li, kau hanyalah anak angkat. Jika saja kau bersikap sopan kepadaku, maka aku akan dengan senang hati menyambutmu. Kau tahu, dirimu cukup menarik dan aku tidak ingin menyia-nyiakan hal itu.” Nikolai mengepalkan telapak tangannya mendengar hal tersebut. Liu Yantsui benar-benar menjijikkan. Pria itu bisa melakukan apapun selama hal itu tampak menyenangkan dan menguntungkan untuknya. Nikolai tahu bagaimana perlakuan Liu Yantsui kepada Liu Jia Li sejak lama. Dia selalu melakukan hal-hal buruk kepada Liu Jia Li dan melecehkannya. Bahkan rasanya, iblis pun kalah jahat dengan Liu Yantsui. Ia menghamili seorang wanita yang tidak jelas, tetapi tidak mau merawat anaknya sendiri dan malah membunuh wanita itu. Liu Tao adalah salah satu contoh dari hasil kebejatannya selama ini. Nikolai bahkan sangsi Liu Tao adalah satu-satunya anak dari wanita yang ia lecehkan dengan sesuka hati. Kemungkinan besar, wanita-wanita lain yang pernah dilecehkan oleh Liu Yantsui tidak berani menuntut apa-apa karena mereka tahu siapa keluarga Liu dan apa akibatnya untuk mereka. Terbukti dengan ibu Liu Tao yang berakhir dengan kematian tragis ketika berani berbicara dan menuntut keadilan untuknya. Beruntung, Liu Jia Li merawat Liu Tao dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Seandainya Liu Tao hidup bersama dengan Liu Yantsui, entah siksaan macam apa yang akan ia terima setiap harinya. Kabar kematian Liu Yantsui di Taiwan beberapa waktu lalu membuat banyak orang lega termasuk Nikolai dan Liu Jia Li. Pria yang hidup seperti virus mematikan itu memang lebih baik mati, namun takdir tidak sebaik itu kepada Liu Jia Li. Pria yang sepanjang hidupnya bersikap buruk dan melecehkannya kembali dan memporak-porandakan organisasi yang telah ia bangun dengan susah payah setelah kematian ayah mereka. Dia dengan sombong dan seenaknya mengklaim segala hal yang sudah diperjuangkan oleh Liu Jia Li selama ini. Nikolai tidak pernah mengalami apa yang dialami Liu Jia Li selama ini, namun dirinya benar-benar muak dengan apa yang terjadi. Segala hal tentang Liu Yantsui akan selalu menjadi sesuatu yang buruk. “Bukankah kau mengejar cinta Akiyama Toshiro? Aku sudah membawanya bersamaku dan kau malah berlari kepada pria Rusia ini.” Liu Jia Li meremat ujung pakaiannya. Liu Yantsui sengaja bekerja sama dengan Akiyama Toshiro karena hal tersebut? Liu Jia Li benar-benar kehilangan kata-kata untuk membalasnya. Ia tidak memungkiri hal itu. Ketertarikannya kepada Akiyama Toshiro masih ada di dalam hati, namun seberapa besar ukuran ketertarikannya Liu Jia Li bisa memastikan bahwa jumlahnya telah mengecil setelah ia bersama dengan Nikolai. Liu Jia Li ingin melupakan rasa sukanya kepada yakuza itu dan beralih menyukai Nikolai sama seperti Nikolai menyukainya sejak lama. Tetapi Liu Jia Li tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Butuh banyak waktu untuknya menghapus perasaan lama yang terus tertinggal di dalam hatinya. Liu Jia Li juga tidak mengerti. Akiyama Toshiro lebih banyak melakukan hal buruk kepadanya, namun mengapa rasa sukanya kepada yakuza itu sangat sulit untuk dihapus dan digantikan dengan Nikolai. Nikolai menyentuh punggung Liu Jia Li dan mengusapnya pelan. Isi kepala Liu Jia Li yang sebelumnya berkecamuk menjadi lebih terkontrol. Nikolai selalu berada di sampingnya setiap kali masalah besar datang, sama seperti bagaimana ia bersedia membantu Liu Jia Li ketika dirinya bahkan sudah tidak memiliki apapun untuk membayar pria Rusia itu selain hanya dengan tubuhnya. “Sayang sekali Liu Yantsui, tetapi Liu Jia Li sudah resmi bersamaku sekarang. Akiyama Toshiro atau bahkan kau, tidak akan pernah menjadi opsi yang akan dipilih olehnya. Maaf saja.” Kalimat tersebut membuat Liu Yantsui murka dan berdiri dari posisi duduknya. “Kau terlalu percaya diri dengan perkataanmu.” Nikolai tertawa. “Apa yang akan kau dapatkan di dunia ini jika percaya diri saja tidak bisa? Kau pasti berpikir demikian bukan?” Liu Yantsui menarik pisau lipat dari kantung kemejanya dan langsung melompat untuk mengayunkan benda tajam itu kepada Nikolai. Serangán tiba-tiba itu membuat Nikolai terkejut. Ia yang berusaha untuk melindungi Liu Jia Li dengan mendorongnya menjauh menjadi terlambat untuk menghindar sehingga ujung pisau lipat tajam itu menyayat kain lengan kemejanya dan merobek kulit Nikolai. Darah menetes-netes dari luka segar tersebut, membuat Liu Yantsui tersenyum puas karenanya. “Pemanasan yang cukup menyenangkan. Orang sepertimu, yang sangat terkenal dan memiliki kekuasaan besar rela melukai dirimu sendiri hanya untuk pria seperti Liu Jia Li? Apakah selera orang Rusia memang rendahan sepertinya? Ah, bukankah adikmu juga menyukai orang rendahan seperti Yao Wang? Kalian menyia-nyiakan status yang kalian miliki.” Nikolai meradang mendengar apa yang dikatakan oleh Liu Yantsui. Pria itu selalu meninggikan dirinya sendiri dan menganggap orang lain selalu lebih rendah. Nikolai selalu bisa menahan diri setiap kali ia dihina. Hinaan kepadanya bukanlah sesuatu yang baru. Sebelum ia diambil oleh ibu Nadia dan dianggap sebagai puteranya sendiri, hinaan mengenai status darah Nikolai adalah yang paling sering ia dengar. Ia bukan keturunan sah, ia adalah anak haram, ia tidak seharusnya lahir, dan semacamnya. Apakah Nikolai menginginkan kelahirannya? Jika memang ada yang harus disalahkan, maka itu adalah ayah dan ibu pelacurnya itu. Wanita itu menyiksa Nikolai karena ia tahu Nikolai tidak bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan materi dari Grigorev. Sayang sekali, Grigorev tidak pernah mau mengakui anak yang bukan dari istri sahnya, termasuk Nikolai. Ia bisa berada di posisi saat ini hanya karena kemurahan hati ibu Nadia dan Nadia sendiri. Nikolai tahu bagaimana rasanya dibedakan. Ia tahu bagaimana Liu Jia Li terus berusaha mengalah karena ia mengerti dirinya tidak berhak atas apa yang dimilikinya. Tetapi Dragon’s Claws setelah kematian orang tua angkatnya tidak sebaik ketika Liu Jia Li memimpin. Ia berusaha keras untuk mengembalikan kestabilan organisasi meski menerima banyak ketidaksukaan dari pendukung Liu Yantsui yang dikabarkan tewas di Taiwan. Nikolai tidak ingin menjadikan penderitaan orang lain untuk membuatnya mensyukuri hidupnya kali ini. Ia berterimakasih kepada Nadia dan ibunya yang telah memberikan kehidupan lebih layak kepadanya, dan Nikolai ingin Liu Jia Li juga merasakan kehidupan yang lebih baik seperti dirinya karena ia mencintai pria itu. “Apa yang sebenarnya terjadi di Taiwan? Mengapa kau kembali dan mengacaukan segalanya?” Liu Yantsui menatap Liu Jia Li. Ia menyeringai samar. “Apa yang terjadi di Taiwan adalah urusanku. Aku kembali pulang juga adalah hakku. Kau juga sadar bahwa Dragon’s Claws seharusnya menjadi milikku bukan? Sudah kukatakan padamu Jia Li, aku akan memperlakukanmu dengan istimewa jika kau menurut padaku. Kau tidak perlu merendahkan dirimu dengan meminta bantuan kepada orang Rusia ini.” Liu Jia Li mengepalkan telapak tangannya. Hak? Perlakuan istimewa? Liu Jia Li rasanya ingin muntah mendengar hal tersebut. Sudah berapa lama ia ingin membebaskan diri dari Liu Yantsui? Ah, mungkin sejak pertama kali ayah angkatnya membawa Liu Jia Li ke kediaman Dragon’s Claws dan mengenalkannya kepada anak kandungnya. Liu Yantsui melecehkannya sejak lama, dan Liu Jia Li tidak pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk melawan. Liu Yantsui selalu mengatakan bahwa Liu Jia Li harus berterimakasih atas kehidupan yang diberikan oleh keluarga Liu kepadanya, karena itulah Liu Jia Li tidak pernah benar-benar berani mengadukan apa yang dilakukan Liu Yantsui kepada ayah angkatnya. Segalanya berjalan seperti sebuah siksaan berkelanjutan. Liu Jia Li tidak bisa menggambarkan kelegaan yang ia rasakan ketika kabar kematian Liu Yantsui di Taiwan datang ke kediaman Dragon’s Claws. Ia memasang wajah sedih hari itu, tetapi ia tidak memungkiri bahwa di dalam hatinya merasa senang. Seolah baru saja terbebas dari kerangkeng gelap yang selama ini membelenggu kehidupannya. Sayang sekali, kelegaan yang ia rasakan itu hanyalah sementara. Rasa bahagia yang ia simpan di dalam hatinya hanyalah kesenangan sesaat yang kemudian menjadi pertanda bencana yang lebih besar; Liu Yantsui kembali dan menghancurkan semua yang telah ia bangun dengan susah payah. “Tetaplah di belakangku.” Liu Jia Li mengerjap. Nikolai sudah berada di depan tubuhnya dan menghalanginya dari Liu Yantsui. Liu Jia Li terlalu banyak berpikir hingga ia tidak sadar pergerakan Nikolai. Ia melirik luka sayat di lengan Nikolai yang terus menguncurkan darah. Nikolai seharusnya bisa menghindari serangán tersebut seandainya ia tidak harus melindungi Liu Jia Li, tetapi pria Rusia itu malah membiarkan lengannya tersayat cukup dalam hanya agar Liu Jia Li tidak terluka. “Nikolai…” “Jangan dengarkan apapun yang bedebáh ini katakan. Setiap kalimat yang muncul dari bibirnya hanyalah sebuah manipulasi yang akan menyesatkanmu. Kau bersamaku saat ini, dan akan tetap seperti itu.” Liu Yantsui terbahak kencang mendengar perkataan Nikolai. Ia mengusap setitik air mata yang berada di pelupuk matanya. “Hubungan yang sangat mengharukan. Lihat, aku sampai menangis melihatnya.” Nikolai menggertakkan giginya. “Bedebáh! Kau seharusnya mati sejak—” Semua orang yang ada di ruangan tersebut terdiam. Sekian detik sebelum Nikolai melompat untuk menyeráng Liu Yantsui, Nadia tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dan menusuk leher Liu Yantsui dengan keras. Yao Wang menyusul tidak lama kemudian, reaksinya juga sama. Pria Asia itu juga terkejut dengan apa yang Nadia lakukan kepada Liu Yantsui. Jelas, apa yang terjadi kali ini benar-benar di luar bayangan mereka. “N-Nadia…” Nadia menyeringai samar dan semakin menekan tusukan pisaunya. Liu Yantsui menjerit pilu bersamaan dengan darah pria itu yang muncrat dan mengotori wajah serta pakaian Nadia. Ekspresi di wajah Nadia adalah visual yang belum pernah dilihat oleh siapa pun bahkan Nikolai sendiri. Nikolai, Liu Jia Li, bahkan Yao Wang membeku melihat apa yang dilakukan gadis itu. Tubuh Liu Yantsui ambruk. Nadia menarik pisaunya dengan keras kemudian kembali menusuk leher Liu Yantsui. Ia melakukannya berulang-ulang dengan aura gelap di wajahnya. Nadia membiarkan darah Liu Yantsui mengotori tubuhnya. Ia menusuk-nusuk leher Liu Yantsui terus-menerus seperti tanpa beban. “Mati kau, bajingán.” Gumam Nadia di sela-sela pembantaiannya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN