Nadia tersenyum puas ketika melihat Liu Yantsui tergeletak tak bernyawa dengan darah menguncur dari lehernya. Ia bangun dari posisi jongkoknya dan menarik dengan brutal pisau yang menancap di leher Liu Yantsui. Bau anyir darah menusuk hidung. Butuh beberapa detik hingga Nikolai mendapatkan kembali kesadarannya setelah melihat apa yang dilakukan oleh Nadia.
“Na-Nadia…” Gumam Nikolai terbata.
Nadia menyeringai puas dan mengusap sisa darah di pisau yang ia pegang ke pakaiannya. “Pembalasan yang sempurna.” Ucap Nadia dibarengi dengan senyum lebar.
Nikolai mencengkeram bahu Nadia dan mengguncang-guncangkan tubuh adiknya. “Apa yang kau lakukan, Nadia?”
Nadia menaikkan sebelah alisnya. “Huh? Membunuhnya. Tujuan kita datang kemari untuk membunuhnya bukan?”
“Ya benar, tapi kau—Arrrrghhh…!”
Nadia melepaskan telapak tangan Nikolai yang mencengkeram bahunya. “Sebenarnya aku masih ingin menyiksanya dengan sangat menyakitkan, tetapi ketika melihat wajahnya, aku benar-benar ingin langsung membuatnya pergi dari dunia ini.”
Nikolai kehilangan kata-kata mendengar apa yang dikatakan Nadia. Ia tahu Nadia memiliki dendam mendalam kepada Liu Yantsui atas apa yang dilakukan oleh pria itu kepada Nadia sebelumnya. Tetapi Nikolai tidak pernah mengira bahwa Nadia akan langsung menghabisinya tanpa ampun. Masalahnya, Nadia belum pernah membunuh orang sama sekali seumur hidupnya. Meski ia terbiasa melihat kematian mengerikan di depan matanya, bukan berarti Nadia bisa bersikap biasa saja ketika baru saja mencabut nyawa seseorang. Darimana datangnya keberanian tersebut? Apakah Nikolai tidak tahu bahwa Nadia telah menyimpan dendam yang begitu dalam hingga ia berani melakukannya tanpa peduli risiko yang akan ia tanggung?
Liu Jia Li yang berada di belakang Nikolai memejamkan mata dan jatuh terduduk setelah melihat kematian kakak angkatnya. Meski sepanjang hidup Liu Jia Li tidak pernah benar-benar menganggap Liu Yantsui keluarganya, bukan berarti ia tidak merasa shock ketika melihat pria itu mati di depan wajahnya. Lebih parah, bukan Nikolai atau Yao Wang yang menghabisi Liu Yantsui melainkan malah Nadia. Gadis yang selalu tampak ceria dan belum pernah membunuh sama sekali.
Nikolai segera membantu Liu Jia Li untuk bangun tepat sebelum Yao Wang melakukannya. Nadia melihat hal itu dan ia memalingkan wajahnya. Sampai kapan pun, bahkan meski Nikolai telah berada di samping Liu Jia Li, Yao Wang tetap akan mengutamakan Bos kesayangannya itu. Nadia tidak seharusnya merasa kesal, bagaimana pun Yao Wang adalah bawahan Liu Jia Li. Dia bertanggung jawab penuh atas Liu Jia Li dan Dragon’s Claws. Malah sebenarnya yang tidak berhak adalah Nadia. Karena ia bukan bagian dari Dragon’s Claws.
Nadia menggeleng pelan. Ini bukan saatnya untuk memikirkan perasaannya sendiri. Situasi saat ini cukup buruk. Di luar masih terdengar pertempuran yang ramai. Nadia juga harus mengambil mayat Lin Xianming dan membawanya untuk disemayamkan dengan baik.
“Bukankah lebih baik segera membawa mayat Liu Yantsui keluar untuk menyelesaikan peperangan ini?” Tanya Nadia.
Tiga orang pria lainnya yang berada di ruangan itu mengangguk dengan ide Nadia. Para bawahan Liu Yantsui akan langsung menyerahkan diri begitu ia melihat bahwa Tuan mereka telah tewas.
“Jadi, di mana yakuza itu? Aku tidak melihatnya sama sekali.”
Nikolai mengangkat bahu. “Aku juga tidak melihat Akiyama sama sekali, Nadia. Mungkin dia sudah melarikan diri tepat sebelum Bratva sampai ke markas Dragon’s Claws.”
“Huh? Dasar pengecut.”
“Justru itu adalah langkah cerdas. Akiyama Toshiro bukanlah orang yang setia. Ia bekerja sama dengan Liu Yantsui semata-mata untuk keuntungannya sendiri. Ketika ia tidak lagi menemukan keuntungan dari kerja samanya ini, sudah sewajarnya untuk pergi. Mengapa repot-repot membuang kekuatan hanya untuk pekerjaan yang tidak menguntungkan sama sekali?”
Nadia memutar bola matanya mendengar penjelasan Nikolai. Pada akhirnya, orang-orang seperti mereka hanya akan mengejar apa yang menguntungkan secara pribadi. Keuntungan itu dicari dengan cara apapun, dan kerugian yang tampak langsung ditinggalkan seketika. Benar-benar mengerikan.
“Mari kita keluar, Nona Nadia. Biarkan Tuan Nikolai dan Master Jia Li yang menyelesaikan sisanya.”
Yao Wang mengangkat tubuh tak bernyawa Lin Xianming yang sejak tadi tergeletak di kursi. Nadia sudah tidak memiliki urusan lagi dengan tempat ini. Deklarasi kembalinya Dragon’s Claws di tangan Liu Jia Li akan menjadi bagian dari yang bersangkutan dan Nikolai.
Nadia menghela napas berat. Sahabatnya yang sangat berharga sudah tidak ada lagi. dragon’s Claws telah kembali ke tangan yang tepat, dan itu artinya Liu Jia Li akan kembali membawa seluruh bawahannya dan Liu Tao kembali, dengan kata lain, Yao Wang juga akan kembali ke tempat yang seharusnya.
“Nona Nadia?”
Nadia melebarkan mata sekilas karena terkejut. Yao Wang telah berdiri di sampingnya.
"Anda memikirkan sesuatu?"
Nadia menggeleng cepat. “Tidak. Segera tempatkan tubuh Lin Xianming ke dalam mobil.”
Yao Wang mengangguk dan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh gadis itu. Nadia masih berdiri di depan mobil, menyandarkan punggungnya. Mereka harus menunggu Nikolai selesai.
“Yao, kau akan langsung kembali ke markas Dragon’s Claws hari ini?”
“Saya tidak tahu. Apapun yang diperintahkan oleh Master Jia Li akan saya laksanakan.”
Nadia mengangguk. “Oh…”
Tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Nadia tiba-tiba kehabisan bahan pembicaraan dan Yao Wang bukanlah jenis orang yang bisa membuka topik obrolan. Rasanya benar-benar aneh berdiri bersama Yao Wang tanpa ada pembicaraan sama sekali. Nadia selalu menjadi pihak yang banyak bicara selama ini, tetapi sekarang ia merasa benar-benar tidak memiliki topik pembicaraan.
“Mengapa Nona Nadia memotong rambut?”
Nadia melebarkan matanya mendengar pertanyaan itu. Benar-benar tidak biasa. Normalnya, Yao Wang tidak akan pernah bertanya padanya. Yao Wang hanya menjawab pertanyaan dan itu pun selalu sangat singkat.
Nadia menyentuh ujung rambutnya yang lembab terkena keringat. “Hanya ingin mencoba model baru.”
“Tetapi saya tahu Nona Nadia sangat menyukai rambut anda. Helaian pirang platina itu adalah hal yang sangat anda sukai. Jika pun memang anda ingin mencoba model baru, bukan berarti anda harus memotongnya ‘kan?”
Nadia tertawa pelan. “Kau mengatakan semua itu seolah-olah ini rambutmu. Aku memang ingin mencoba model baru kok, sekaligus menghapus kenangan buruk sentuhan bedebáh itu.” Kalimat terakhir diucapkan Nadia dengan sangat pelan nyaris tak terdengar.
“Apakah tindakan anda sebelumnya karena itu?”
Nadia mengangguk. “Kurasa aku tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang jika Liu Yantsui masih hidup. Aku benar-benar ingin menghapus kenangan buruk itu dengan membunuhnya. Tetapi bahkan setelah aku membunuhnya, sama sekali tidak ada yang berubah untukku. Perasaan terluka itu tetap tertinggal. Ah sial, kurasa aku akan hidup dengan perasaan terluka itu seumur hidup.”
Yao Wang menatap Nadia. “Apa yang harus saya lakukan untuk membantu Nona Nadia?”
Nadia menaikkan sebelah alisnya. “Membantuku? Hahahaha… Kurasa kau tidak perlu melakukannya. Maksudku, bukan tanggung jawabmu untuk membantuku menghapus trauma yang diberikan oleh Liu Yantsui kepadaku. Mungkin semuanya akan hilang seiring waktu. Aku pernah dengar bahwa waktu menyembuhkan segalanya, mungkin juga aku akan bebas. Aku hanya butuh lebih banyak bersabar hingga hari itu datang.”
“Mengapa Nona Nadia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Tuan Nikolai?”
Nadia terkekeh pelan. “Untuk apa? Sekarang sudah tidak ada gunanya lagi aku mengatakan tentang itu kepada Nikolai. Tersangka yang melakukannya sudah mati di tanganku, jadi apa yang akan dilakukan Nikolai seandainya dia tahu?”
“Saya rasa ini bukan tentang balas dendam lagi. Bukankah Tuan Nikolai adalah saudara anda satu-satunya? tetap menyimpan rasa sakit itu sendirian akan membawa tekanan mental yang lebih dalam. Nona Nadia sangat kuat, tetapi manusia tetaplah manusia.”
Nadia tersenyum. Ia mendongak menatap langit malam yang pekat bertabur bintang. Mendadak, suara peperangan sama sekali tidak terdengar ketika Nadia berbicara dengan Yai Wang. Berusaha menolak berkali-kali pun, Nadia tetap tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak mencintai Yao Wang. Padahal banyak sekali faktor yang bisa dikatakan sebagai penyebab Nadia harus berhenti mencintai pria Asia itu. Nyatanya, semakin waktu berlalu, rasa cintanya tidak semakin pudar melainkan semakin bersemi.
Terkadang Nadia bertanya-tanya, apakah Yao Wang pernah mencintai seseorang sebelumnya? Dia tampak benar-benar kaku dan datar. Dia hanya peduli kepada Liu Jia Li dan Dragon’s Claws. Seperti sama sekali tidak ada tujuan hidup selain dua hal tersebut. Seandainya, Liu Jia Li tewas dalam konflik dengan Liu Yantsui mala mini lalu Dragon’s Claws benar-benar jatuh ke tangan Liu Yantsui, apa yang akan dilakukan olehnya? Apakah Yao Wang akan menyusul Liu Jia Li mati? Nadia benar-benar penasaran akan hal itu.
“Yao, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
Yao Wang mengangguk.
“Mengapa kau selalu menolakku?”
Yao Wang terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba itu. Sudah cukup lama Nadia selalu menunjukkan perasaannya kepada Yao Wang tanpa ragu. Sudah cukup lama pula Yao Wang mengabaikan hal tersebut dan tetap memperlakukan Nadia seperti orang asing. Jika ditanya alasannya, Yao Wang tidak bisa menjawab dengan pasti. Karena ia tidak tahu.
“Yao?”
“Saya tidak tahu Nona Nadia.”
“Hah? Jawaban macam apa itu? Penolakan selalu didasari oleh alasan sama seperti ketika seseorang jatuh cinta kepada orang lain. Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa ia jatuh cinta tanpa alasan, maka kemungkinan besar dia berbohong. Bagaimana caranya perasaan seperti itu tumbuh di dalam hati seseorang tanpa alasan? Bahkan untuk hal-hal sepele seperti menyukai jenis makanan atau minuman tertentu saja ada alasannya. Kau menyukai es krim dark chocolate karena rasanya cenderung pahit, dan itu semua karena kau tidak suka manis. Aku menyukai es krim buah-buahan karena aku suka sensasi segarnya, dan aku tidak suka es krim bernuansa s**u atau semacamnya karena aku merasa terlalu berlebihan di lidahku dan aku merasa mual karenanya. Itu hanya sesuatu yang sepele tentang kesukaan terhadap es krim. Benar-benar sepele dan tidak akan mengubah hidup sama sekali. Lantas bagaimana cinta bisa dikatakan tanpa alasan padahal perasaan tersebut bisa merubah seseorang benar-benar jauh dari karakter aslinya? Aku tidak mengerti, Yao.”
Yao Wang menunduk mendengar penjelasan Nadia. Alasan ya? Sungguh, ia tidak tahu harus mengatakan apa karena ia memang tidak tahu apa alasannya. Tetapi apa yang dikatakan oleh Nadia adalah kebenaran. Bagaimana seseorang bisa merasakan cinta tanpa adanya alasan? Apakah itu benar-benar bekerja untuk sebagian orang?
Ada banyak yang mengatakan bahwa jatuh cinta dengan alasan suatu hari akan menemui perpisahan. Tetapi bukankah ada atau tidak adanya alasan, kemungkinan untuk berpisah itu akan tetap ada? Perasaan manusia itu berubah-ubah. Jangankan menunggu apa yang akan terjadi di masa depan yang jauh, bahkan esok hari pun perasaan seseorang bisa berubah drastis tanpa bisa diprediksi.
“Yao, apa kau pernah mencintai seseorang sebelumnya?”
Yao Wang mengangguk dalam diam.
Nadia terkejut mengetahui hal tersebut. Ia tersenyum tipis, jadi benar Yao Wang memiliki seseorang di masa lalu. Mungkin alasan mengapa Yao Wang sama sekali tidak menanggapi Nadia karena orang itu. Yao Wang tidak tahu apa alasannya tidak bisa menerima Nadia karena hatinya telah dibawa oleh orang lain.
“Kau masih sering berinteraksi dengannya.”
“Tidak, Nona Nadia.”
“Kenapa? Kalian bertengkar?”
“Seharusnya kita tidak membicarakan hal ini, Nona Nadia.”
Nadia menaikkan sebelah alisnya. “Aku hanya penasaran. Kau tahu mengenai rahasiaku, apakah aku tidak boleh mengetahui sedikit saja kehidupanmu?”
“Saya hidup hanya untuk Master Jia Li dan Dragon’s Claws.”
“Ah, sepertinya memang tidak boleh ya?”
Yao Wang tidak menjawab pertanyaan Nadia lagi. Nadia tersenyum geli melihat ekspresi datar Yao Wang tetapi bola matanya bergerak-gerak seperti seseorang yang sedang gelisah. Tidak bisanya Yao Wang menunjukkan ekspresi semacam itu.
Nadia hanya bercanda ketika mengatakan bahwa ia ingin Yao Wang sedikit menceritakan kehidupan masa lalunya, karena Nadia juga tahu bahwa Yao Wang pasti tidak akan menjawab permintaan tersebut. Nadia membayangkan reaksi datar Yao Wang yang biasa kemudian kata ‘tidak’ singkat dari bibirnya. Tetapi Yao Wang malah tampak kebingungan seolah pertanyaan Nadia adalah sebuah teka-teki yang harus dipecahkan,
Sejujurnya, Yao Wang tidak perlu mengatakan apa-apa. Dia mengetahui rahasia Nadia juga karena ketidaksengajaan. Nadia yakin sebenarnya Yao Wang tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan kehidupan pribadi Nadia, karena itu hanya akan membuatnya semakin kesulitan menghindari Nadia.
Nadia menoleh ke arah mobil, menatap tubuh Lin Xianming yang terduduk kaku. Seandainya saja gadis itu masih hidup, Nadia ingin sekali kembali menceritakan apa yang baru saja ia bicarakan dengan Yao Wang. Gadis itu selalu menanggapi apapun yang Nadia katakan tanpa bosan. Ia malah yang tampak lebih tertarik untuk mengetahui kelanjutannya.
“Mereka sudah kembali, Nona Nadia.”
Nadia sedikit tersentak. Ia menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Yao Wang dan melihat Nikolai, Liu Jia Li, Slava, dan Rodion berjalan menuju ke arah mereka. Benar juga, suara peperangan di dalam markas Dragon’s Claws sudah benar-benar berakhir. Nadia sama sekali tidak menyadarinya karena terlalu fokus memikirkan Yao Wang.
Nadia tersenyum lebar dan memeluk Liu Jia Li yang tampak kelelahan. Semuanya sudah berakhir ya. Rasanya seperti baru kemarin Liu Jia Li datang ke Makau dengan penampilan berantakan dan meminta bantuan. Sekarang pria cantik berambut panjang itu sudah mendapatkan kembali apa yang memang menjadi haknya.
“Selamat, Gege.” Ucap Nadia senang.
Liu Jia Li tersenyum tipis dan mengusap surai pirang Nadia dengan gemas. “Kau yang paling berjasa, Nadia.”
***