Bab 16. Nafkah Batin Pikiran Lisa bagai terbelah ketika melihat netra sendu suaminya itu. Keinginannya pun sama berada dalam dekapan sang suami brondong yang sudah diam-diam mencuri hatinya. Tetapi apa jadinya setelah mereka berbuat demikian. Bagaimana setelah ini? bagaimana sekolah Fandi dan bagaimana pekerjaannya sebagai gurunya? "Apa yang kau pikirkan, Ayang?" tanya Fandi sambil memegang jari-jemari sang istri. Lisa menelan salivanya. Dia mendesah pelan. Lisa berusaha melepaskan tangan suami bocah nya. "Aku takut," kata Lisa berusaha menghindar dari tatapan itu. "Apa yang kau takutkan? Bukankah kita sudah sah dan aku sudah menjadi suamimu? Walaupun kau selalu berkata aku Adik." "Ya, aku tahu bagaimana sekolahmu? Aku takut bila semua orang tahu kalau kita sudah menikah. Kau dan aku

