Bukan Wiliam, bukan pula Shawn dan Margrit. Seseorang yang berdiri tepat di depan pintu terlihat sangat asing di mata Lili, ia belum pernah bertemu dengan orang itu sama sekali. "Dia? Siapa ya.." Lili bergumam dengan pelan sembari mengingat-ingat lagi, siapa tahu ia pernah berpapasan mungkin. Satu detik, dua detik hingga lima detik.. Lili menggelengkan kepala, ia tidak ingat sama sekali. Jika begitu berarti dirinya memang tidak kenal dengan orang tersebut. Dengan perlahan ia menutup kembali gorden yang telah tersingkap, ia menimbang-nimbang antara membuka pintu atau tidak. Tapi, jika ia tidak membukakan pintu bagaimana bila orang tersebut membawa kabar yang penting? Dengan pertimbangan-pertimbangan yang kurang matang, Lili memutuskan untuk membuka pintu. Namun, sebelum itu ia sudah men

