21

1700 Kata

Masih asyik dengan lamunannya, tiba-tiba saja Lili dikejutkan dengan pintu rumah yang diketuk dari luar. Merasa de javu untuk beberapa saat, Lili mengusap wajahnya sebentar sebelum menyingkap selimutnya. Rencana tidur siang harus gagal karena ternyata matanya tidak ingin terpejam, ia malah asyik berkelana pada masa lalunya. Lili menolehkan kepala singkat pada jam dinding sembari bangkit untuk berjalan, pukul tiga siang. Lili berjalan menuju pintu depan, tapi sebelum membukanya ia memastikan terlebih dulu siapa yang datang. Gadis itu mengintip dibalik gorden jendela, di luar sana ada Anderson yang berdiri dengan senyuman cerah di wajahnya, tanpa sadar Lili juga ikut tersenyum melihat sang kakak. Tanpa babibu lagi ia langsung membuka pintu rumah, tapi buru-buru Anderson menghilangkan senyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN