SEPUPU DARI AMERIKA

1124 Kata
HAI SEMUANYA MAAF YA AUTHOR JARANG UPDATE CERITA SOALNYA SEKARANG LAGI ADA SEDIKIT KESIBUKAN TAPI NANTI AUTHOR BAKALAN LEBIH RAJIN LAGI UPDATE NYA. *** Dita sudah siap ke sekolah namun ia belum melihat adanya Gilang. Dita memasuki kamar Gilang terlihat hat Gilang masih ngebo di atas tempat tidur nya. Dita mendapati Gilang yang masih pulas. "Ishhh nih anak belum bangun juga, kebo banget sih kalo udah tidur," Dita berjalan ke arah Gilang dengan geram karena jam segini masih tidur. Sampai di dekat tempat tidur Gilang Dita melihat Gilang sekilas lalu mulai membangun kan nya. "Gilang... Gilang... Gilang" Dita menepuk nepuk lengan Gilang dengan pelan. Dita merasakan lengan gilang terasa panas lalu Dita menempel kan tangannya di jidat Gilang dan sama terasa panas. "Lang lu sakit." Dita panik lalu segera membangunkan Gilang. "Dit gua hari ini engga sekolah dulu yah, gua engga enak badan." Gilang terbangun lalu membuka matanya perlahan dan menatap Dita. "I... iya... iya.. nanti gua bilang ke wali kelas lu," Dita gugup karana dengan tiba tiba Gilang demam. Dita bergegas ke dapur lalu mengambil kompres untuk Gilang. Dita kembali ke kamar Gilang laku mengompres Gilang. Setelah mengompres Gilang Dita kembali ke kamar nya lalu ia mengambil ponsel nya untuk memesan makanan online karna kebetulan pelayanan yang ada di rumah tidak ada sama sekali. Mereka mengambil cuti untuk kembali ke kampung halaman. Setelah memesan makanan Dita menghubungi Seli. "Sel..." Panggil Dita dari telpon dengan santai. "Iya apa Dit..." Suara Seli terdengar serak karena baru bangun tidur. "Ganggu gua tidur aja lu." lanjut nya. "Dih si babi jam segini baru bangun udah siang g****k lu ga ke sekolah," Dita mengomel. "Pckkk ntar gua ke sekolah, Btw kenapa lu telpon gua." Seli bertanya kepada Dita. "Oh ya lu kalo ke sekolah tolong sampein ke Walas nya Gilang kalo Gilang hari ini demam jadi engga bisa ke sekolah." Ucap Dita. "Cieeee perhatian bener." Selu meledek Dita. "Banyak bacot lu t*i," ucap Dita "kalo deket aja dah gua jitak tuh pala lu," ucap Dita yang geram ke Seli. "Doyan bener lu jitak pala gua," Seli cemberut. "Dah dah gua mau mandi" lanjut nya lalu menutup telepon nya. "Emang si anak setan tuh si Seli, kerjaan nya ngeselin gua mulu," Dita mengomel lalu menyimpan ponsel nya. Tinggg tunggg suara bel pintu rumah bunyi Dita bergegas membuka pintu rumah. Dita melihat kurir membawa makanan yang dita pesan Gilang mendengar suara Dita tetapi ia tetap menutup matanya dan berpura-pura tertidur. "Hmmmm" Gilang bergumam lalu kembali tertidur tetapi hanya berpura pura. "Gilang... bangun" Dita menepuk lengan gilang. Namun lengan dita di tarik oleh Gilang sehingga membuat Dita terjatuh dalam pelukan Gilang. Dita terbelalak melihat Gilang yang menarik nya lalu memeluk tubuh nya dengan erat. Dita menatap wajah Gilang dengan dalam. Lalu pasrah dengan keadaan nya. Dita menyandarkan kepalanya di atas d**a Gilang dan terdengar detak jantung Gilang yang berdetak dengan santai. Gilang mulai membuka matanya perlahan. "Cieee nyaman ya di d**a gua." Gilang membuka matanya lalu melirik ke wajah Dita yang bersandar di d**a bidang nya. "Issss lu ngerjain gua ya." Dita gelagapan lalu bangkit dari d**a Gilang. Tapi Gilang menahan nya lalu membuat Dita terjatuh tepat tempat tidur tepatnya di samping Gilang. Setelah Dita terjatuh di samping nya dengan cepat gilang memeluk Dita kembali. "Gilang lepasin gua ga." Dita memukul mukul Gilang. "Diem atau gua cipok." setelah mendengar perkataan Gilang, Dita langsung terdiam. "Nah gitu dong, dari tadi kek," Gilang memeluk Dita lalu menciumi puncak kepala Dita yang harum. Dita merasa sedikit nyaman berada di pelukan Gilang. Sehingga pelukan Gilang yang cukup lama membuat Dita tertidur dalam pelukan Gilang. Gilang dan Dita tertidur bersama dalam suatu pelukan erat. Di sisi lain Di Pinggir jalan terlihat 2 pria tampan yang menggunakan jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans hitam dengan membawa koper di samping nya sedang menunggu taksi yang ia pesan. Salah satu Pria itu membuka kaca mata hitam nya lalu menyangkut kan kacamata nya di kemeja yang ada di dalam jaket. Sedangkan pria yang satunya masih melihat pesanan taksi online yang ia pesan. Tak lama taksi yang ia pesan pun datang tepat di depan kedua pria itu. "Mas Azka "Mas Azka dan Saka ya." Tanya seorang sopir taksi. Azka hanya mengangguk lalu masuk bersama dengan adik nya yaitu Saka. Azka membuka aplikasi berwarna hijau lalu mulai mengetik suatu pesan yang akan ia kirim. Sedangkan adiknya Saka hanya melipat kedua tangannya di depan d**a. "Lu udah bilang ke om sama tante kalo kita dateng nya sekarang." Tanya Saka yang menatap Azka lalu tatapan nya kembali ke arah depan. "Udah gua hubungin, lu tenang aja." jawab nya yang melihat adiknya sekilas lalu kembali menatap layar kaca ponselnya. Tak lama Mereka berhenti di depan mansion keluarga Sunandar. Mereka memencet bel rumah tapi tidak ada yang keluar dan keadaan mansion sangat sepi tapi tetap bersih. Di dalam rumah Dita yang sedang tertidur di dalam pelukan Gilang terbangun karena bel rumah yang berbunyi sedari tadi. Ia perlahan keluar dari pelukan Gilang. Namu Gilang ikut terbangun juga karena bel rumah yang terus menerus berbunyi. "Gua aja yang buka, takut nya nanti temen temen gua yang Dateng malah bisa berabe nantinya." Gilang bangkit dari duduknya walaupun badannya masih sedikit lemas. Dita hanya mengangguk pelan. Gilang membuka pintu rumah nya betapa terkejutnya ia melihat sepupunya yang datang dari Amerika datang ke Indonesia setelah belasan tahun tidak bertemu. "Azka!!! Saka!!!" mereka bertiga berpelukan satu sama lain karna saking rindunya setelah belasan tahun tidak pernah bertemu. Gilang menatap kedua sepupunya dengan gembira lalu mengajak nya masuk. "Ayo masuk dulu." Ajak Gilang. Setelah sampai di dalam rumah Mereka masih tidak percaya jika mereka busa bertemu kembali. "Lu berdua apa kabar, ko baru dateng" Gilang menepuk pundak kedua sepupunya itu. "Biasa lah gua harus nungguin abang gua ini yang harus ngerjain proyek besar di perusahaan." Saka melirik Azka sekilas sambil tertawa kecil. Mereka bertiga tertawa bersama lalu duduk di sofa. Tak lama Dita turun ke bawah dengan jaket Hoodie lengkap dan celana jeansnya membuat Saka terkejut. "Anjing cantik bat tuh cewe." Saka keceplosan. "Bini gua bangkek." Gilang reflek menarik tangan Dita untuk ikut duduk bersama mereka. "Ohhh ini Dita yang Tante Tifa ceritain ke gua kalo lu itu udah nikah muda alias dijodohin karna keinginan Tante Tifa." Azka menatap wajah Gilang dan Dita. "Ko lu ga bilang ke gua," Saka menatap wajah Azka. "Ya buat apa nanti juga lu tau," Azka menjawab dengan enteng. "Dit kenalin Ini Azka dan yang ini Saka." Gilang memperkenalkan satu per satu sepupunya. "Hai gua Dita," Dita menyertakan senyum kecil di bibir nya yang hampir tak terlihat senyum nya. "Lang gua mau ke rumah Seli soalnya ada sesuatu yang mau Seli ceritain ke gua." Dita langsung ngeloyor pergi ke luar rumah meninggalkan Gilang dan kedua sepupunya. setelah itu Dita langsung menancap gasnya dan pergi ke rumah Seli.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN