12. Kedatangannya

1477 Kata

Ethan menatap langit- langit kamarnya dalam keheningan malam, seperti biasa, pria itu sulit untuk bisa tertidur. Walaupun semua dalam kondisi yang sama, di kamar dan di tempat tidur yang sama, Ethan tetap tidak bisa tidur. Walau dia menutup matanya, tetap saja Ethan terjaga dan memikirkan yang tak penting- penting. Akhirnya pria itu membuka matanya dengan kesal. “Vangke! Kenapa susah sekali untuk tidur sih!” Semua sama ko, tapi kenapa selama beberapa hari ini aku bisa tertidur pulas?” tanya pria itu sambil menatap bulatan lampu yang mati. Pria itu mendesah sambil menatap ke arah lampu jalan yang terlihat dari luar tirainya. Sejujurnya tubuhnya terasa lelah. Tubuh dan jiwanya terasa lelah. Bahkan matanya terasa panas karena sudah terlalu lama terbuka. Pria itu mengusap wajahnya dan matany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN