Tembakkan Pertama

1193 Kata

    “Kau ingin menjadikannya simpananmu? Maka lakukanlah! Tapi masih bisakah kau melakukannya saat sudah berada di neraka?” tanya Bara dengan wajah penuh kemurkaan dan aura mengerikan yang menguar di sekujur tubuhnya yang kekar.       Pria yang menjambak rambut Makaila menoleh pada sumber suara, dan tidak bisa menahan diri untuk menyeringai. Dengan kasar, pria itu melepaskan jambakannya dan membuat Makaila menjerit karena dorongan tangan pria itu sanggup membuat Makaila tersungkur hingga kepalanya terbentur lantai. Untuk beberapa saat, Makaila meringis dan mengembalikan pandangannya yang memburam kembali menjadi normal. Setelah kembali normal, Makaila segera memeriksa pendarahan pada punggung Luna. Untungnya, ternyata pendarahan tersebut tidak separah sebelumnya.     Makaila dan Luna ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN