Makaila menahan rasa malunya saat Bara dengan tidak canggung memeriksa bagian intim Makaila seperti kejadian tadi malam. Setelah mendapatkan ancaman mengenai keselamatan ibunya yang tengah dinas ke luar kota, Makaila tidak memiliki kekuatan untuk melawan atau beragumen atas apa yang diinginkan oleh Bara. Makaila tidak ingin sampai ibunya berada dalam bahaya karena dirinya yang tidak bisa menghadapi masalahnya sendiri. Makaila tersentak saat merasakan sesuatu yang dingin di bagian intimnya. Saat mengintip malu-malu, Bara ternyata tengah kembali mengoleskan sebuah obat yang tidak Makaila ketahui di bagian intimnya. Namun, yang Makaila ketahui, obat itu sangat membantu meringankan rasa sakit yang Makaila rasakan setelah apa yang dilakukan Bara kepadanya. Setelah menyelesaikan tugasny

