Tiba di lokasi, keduanya dengan segera turun dari mobil. Untung saja Audya sudah terbangun. Jadi Argantara tidak perlu repot berpikir bagaimana cara membangunkan gadis itu. Memilih berjalan satu langkah di belakang. Posisi Audya tetap bawahan Argantara. Audya bahkan tidak sempat mengagumi bangunan sekitar lima lantai ini saking sibuknya menundukkan kepala. Yang Audya tahu, karyawan banyak yang menyapa kedatangan Argantara. Sedikit bingung juga kenapa mereka bisa mengenal Argantara. Ah mungkin saja ini bukan kunjungan kali pertama pria itu. “Selamat siang, Pak.” Audya melirik kesal pria yang berdiri di depannya. Kenapa tidak membalas sapaan yang sedari tadi ditujukan padanya itu? Karena merasa tidak enak, Audya yang menjawabnya disertai senyum kecil. Di dalam lift, hanya ada mereka berd

