Pagi-pagi sekali, Argantara sudah bersiap. Hari ini dia harus pergi ke luar kota. Meninjau salah satu anak cabang perusahaannya yang katanya tengah mengalami masalah. Berangkatnya sih biasa, mengantar Naura sekolah dulu. Argantara juga memiliki rencana lain makanya memilih berangkat agak siang. Rasanya percuma ya, bersiap pagi-pagi tapi berangkatnya siang. Biasanya kalau ada keperluan ke luar kota, terbiasa dari rumah pagi. Tapi kali ini ada sesuatu yang harus dia lakukan dulu. “Iya, lu bilang aja sama dia kalau harus ikut. Enggak usah banyak tanya. Turutin aja. Ini kan juga atas dorongan lu,” ucap Argantara pada lawan bicaranya di balik telepon. Setelah mendengar jawaban iya, menutup sambungan telepon secara sepihak. Menuju ruang makan dengan membawa Naura dalam gendongan. Bibirnya men

