Deg Keduanya mengalihkan perhatian. Memfokuskan pada Naura yang masih terbaring. Mata gadis itu masih tertutup rapat. Bernafas lega karena berarti Naura tidak mendengarnya. Audya memilih kembali ke dekat Naura. Mengusap surai panjang yang biasanya halus kini lecek. Menyipit saat melihat mata Naura meneteskan air mata. Audya tidak tahu karena apa dan kenapa bisa. Apa dalam tidurnya Naura mampu mendengar cerita menyakitkan mengenai mamanya? Sampai menangis dan memanggil. Membayangkan itu, membuat Audya ikut mengusap sudut matanya. Audya memahami mengapa Argantara memilih menyimpan rapat masa lalu itu pada Naura. Sudah dapat dibayangkan akan sesedih apa gadis ini. Argantara masih di sofa. Pikiran dia tidak tentu arah. Memikirkan mendiang adiknya dan Naura yang memanggil mama dalam tidurnya

