Audya menurut. Mengemasi barang bawaannya dan mengikuti Argantara dari belakang. Pikirannya sudah bukan di sini. Naura sakit. Bocah kecil yang sudah Audya anggap seperti adik kecilnya. Audya tidak tahu sakit apa yang dialami. Ini bukan saatnya untuk banyak tanya. “Mas Arga, biar Liam yang bawa mobil. Mas pasti capek.” Arga berlari menyusul. Dia tidak akan membiarkan kakak sepupunya membawa mobil sendiri. Memerlukan sekitar dua jam untuk tiba di rumah. Itu jika tidak macet. Argantara baru saja tiba. Bahkan belum ada satu jam yang lalu. Jika dibiarkan, takutnya malah menjadi celaka. Menoleh menatap sepupunya. Dia memang sudah merasa kelelahan jadi hanya mengangguk mendengar tawaran yang Liam beri. Tidak mau memaksakan diri yang takutnya nanti malah akan membahayakan dirinya dan orang lai

