Angin malam berembus dengan kencang. Menerbangkan dedaunan yang sudah terlepas dari pohonnya. Begitu pula anak rambut Audya yang terbang tak tentu arah. Gadis dengan rambut ekor kuda itu memejamkan matanya. Meresapi setiap terpaan angin yang membelai wajahnya. Bohong jika mengatakan tidak dingin. Ini dingin. Sangat dingin. Udara malam hari di puncak bogor saat ini tengah tidak bersahabat. Lebih dingin dari biasanya. Namun tak urung Audya tetap bertahan. Tanpa memedulikan kemungkinan dia bisa sakit setelah ini. Ah, berdiri menantang angin dengan mata terpejam seperti ini sangat menenangkan. Rasanya seluruh masalah hidupnya juga ikut tersapu angin. “Sepertinya malam ini akan tidur nyenyak,” gumamnya. Setelah merasa lebih baik, memutuskan untuk kembali masuk ke dalam vila yang sudah disewa

