Nomor Ponsel

2115 Kata

“Ya enggak tahulah Ren. Lu mah ada-ada saja.” Audya memutar matanya jengah. Menghadapi Karen, seperti menghadapi bocah berusia lima tahun. Apa saja yang mengganggu kepalanya akan ditanyakan. Walau itu bukan sesuatu yang penting. Malah terkesan aneh jadinya. Ya misal saja. Tadi dia bertanya usai melihat semut di atas meja kantin. Jika semut hamil kan berarti seperti manusia juga kan? Perutnya menjadi buncit. Lalu dia bisa berjalan tidak? Dan, sebesar apa perut semut saat itu? Pertanyaan yang sebenarnya sederhana tapi kita juga tidak tahu jawabannya. Karen meringis. “Gua penasaran tahu Dy. Lu tahu sendirikan, kalau gua itu selalu penasaran sama hal-hal yang ada di sekitar. Kalau belum ketemu jawabannya, gua bakal ke pikiran terus nih.” Menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Ah, apa nanti ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN