Maju

2141 Kata

“Mau saya antar?” Audya yang hendak mencapai pagar tinggi rumah bosnya menoleh bingung. Menatap Argantara dengan kening berkerut. Hari ini jadwal Naura untuk belajar. Sudah sekitar dua jam Audya di rumah ini. Selesai jadwal, langsung pulang karena hari memang sudah beranjak malam. Tapi belum juga keluar pekarangan rumah, sudah ada yang menawarkannya sebuah tumpangan. Dan kalian tahu siapa pelakunya? Benar sekali. Bos besar pemilik rumah sekaligus papa dari Naura. Tidak biasanya. Menunjuk dirinya sendiri guna memastikan jika lelaki itu memang berbicara dengannya. “Saya Pak?” Tidak mau terlalu percaya diri. Bisa saja kan ternyata Argantara berbicara dengan orang di seberang telepon? Tapi, mustahil juga sih. Argantara bahkan tidak menggenggam ponsel pintarnya. Mengangguk sekali. “Iyalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN