Undangan

2231 Kata

Argantara pulang. Namun bukan oleh-oleh yang Audya dapatkan sesuai dengan janji pria itu. Yang didapat sekarang malah selembar kertas berukiran indah yang di dalamnya terdapat dua nama. Di mana salah satunya Audya sangat hafal di luar kepala. Argantara. Dia bahkan tidak bisa sekedar berpikir. Hanya menatap kosong undangan yang tergeletak di atas meja kerjanya. Apa ini yang dimaksud oleh-oleh itu? Jika iya, Audya lebih baik tidak menerimanya saja. Kedatangan pria itu dengan tangan kosong lebih baik dari pada ini. Karen terburu datang. Menepuk pundak dan membawa tubuh Audya dalam pelukan. Setelah sedikit tidak percaya mengenai status Argantara kemarin, sekarang Karen benar yakin bahwa yang diucapkan Audya merupakan kebenaran. Didukung dengan adanya undangan yang juga membuatnya shock. Jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN