Tiga hari ini Argantara benar menuruti keinginan putrinya. Bertolak ke negara tetangga dan mengunjungi tempat-tempat yang Naura inginkan. Tanpa memprotes sedikit pun. Mereka hanya pergi berdua. Sengaja memanfaatkan waktu berharga yang sudah Argantara lewati selama ini. Bersama dengan putri tercintanya. Walau sibuk ke sana ke mari dan mengurus segalanya sendiri, dia tidak lupa tetap bertukar pesan dengan Audya. Gadis yang digadang-gadang akan menjadi calon pendampingnya kelak. Itu harapan Argantara. Semoga saja memang ke depannya harapan itu bisa terwujud. “Papa, papa lagi apa sih? Kok senyum-senyum sambil lihat handphone?” Bocah yang sedari tadi kebingungan melihat papanya senyum sendiri akhirnya bertanya. Naura penasaran mengenai apa yang menjadi penyebab papanya menjadi seperti itu. Ap

