Apa yang perlu dijelaskan? Bukankah sebenarnya bapak yang harus menjelaskan? Ah, saya lupa. Memangnya apa yang perlu dijelaskan? Tidak ada sama sekali ya Pak. Saya saja yang terlalu percaya diri.” Audya memelankan suaranya di akhir kalimat. Melirik ke teras rumah dan mendapati ibunya berdiri di sana dengan wajah penasaran. Huh, siapa pun akan penasaran. Dua pria datang ke rumah secara bergantian. Apalagi yang ini menciptakan suasana tegang. Argantara diam. Ya, harusnya memang dia yang menjelaskan. Dia selama ini memberikan kenyamanan pada Audya. Mencurahkan perhatian yang biasa dilakukan sepasang kekasih. Kalimat yang dikirimkan lewat pesan juga seakan menjanjikan masa depan yang menyenangkan. Tapi apa? Setelah berhasil masuk dia malah datang membawa luka. Luka yang sebenarnya melukai Ar

