“Mau ke mana kak?” tanya Andira yang heran melihat kakaknya menggunakan pakaian rapi di malam hari. Dress terusan berwarna hitam yang mencapai mata kaki dengan lengan yang menutup sempurna sampai pergelangan tangan. Ditambah dengan heels lima centimeter berwarna senada dengan tas tangan berwarna emas. Bukan hal biasa bagi Audya mengenakan pakaian macam ini. Bahkan Andira sangat yakin jika kakaknya tidak memilikinya. Malah terbesit dalam hati bahwa semua yang menempel bukan Audya sebagai pemiliknya. Semuanya terlihat sangat mewah. “Ah, mau ke acara kantor Dek. Ibu mana?” Memang benar kan jika dia datang ke acara kantor. Lebih tepatnya sih acara pertunangan pemilik kantor tempat dia magang. Ya, malam ini. Acara yang sebenarnya sangat dia hindari datang. Audya tidak punya alasan untuk tidak

