“Kau mau menikah denganku?” Sesaat Jeje mengira dia salah mendengar. Tak mungkin Lee mengucapkan itu. Melamar di bangku wahana rumah hantu dan di depan orang banyak? Itu bukan Lee banget! “Jawab! Jawab! Jawab!” Teriakan tak sabar orang-orang itu menyadarkan Jeje bahwa dia tak salah mendengar. Dia harus menjawab apa? Alis Lee terangkat sebelah, dia melirik penuh arti pada kerumunan orang-orang di sekitar mereka. Mendadak Jeje sadar, Lee hanya ingin memberi tontonan menarik pada fans dadakan mereka. Tentu saja dia harus bekerjasama dengan baik. Jeje tersenyum manis, tampak begitu bahagia. “Ya, Jeje mau!” Begitu Jeje mengucapkan persetujuannya, terdengar celotehan ramai mengomentari mereka. “Wow, keren!” “Romantis sekali.” “Cium! Eh, mereka sudah ciuman tadi!” Jeje malu

