Jeje syok setelah Lee mengatakan bahwa dia akan perlahan menjadi zombi. Ya Tuhan, apa karena itu yang membuatnya semakin lamban dan hanya bisa berkonsentrasi melakukan apapun di malam hari? Jeje takut sekali, dia telah melihat bagaimana ganasnya makhluk itu ... dia tak ingin menjadi seperti itu. “Dok, boleh minta sesuatu?” cicit Jeje pelan. “Hm.” “Peluk Jeje, Dok,” pinta Jeje memelas. Dia berusaha menahan airmatanya yang nyaris runtuh. Lee langsung memeluknya erat, serapat mungkin. Hingga dengan demikian Jeje bisa menumpahkan airmatanya dengan leluasa. Gadis itu melakukannya dengan tangan mencengkeram lengan baju Lee. Dia melampiaskan ketakutannya seperti itu. Hasilnya, dia merasa nyaman bersama Lee ... namun ketakutannya masih mengendap didalam hatinya. “Dok, Jeje berbohong .

