56. Ide Jahat

1138 Kata

“Lee, untung kamu cepat datang. Kalau tidak, entah Jeje seperti apa!” Begitu Lee muncul, Dokter Russel segera menyeret Lee menuju ke ruang operasi. Terdapat dua bed yang bersisian. Lee merebahkan dirinya di sebelah, dia memandang prihatin pada Jeje yang berbaring di dipan sebelah dalam keadaan tak sadar. Wajahnya pucat, terdapat luka di bagian paha Jeje. Dokter Russel bergerak cepat memasang selang pada lengan Lee. Selang itu dihubungkan dengan kantong darah yang menampung darah yang disedot dari tubuh Lee. “Mengapa tak langsung mentranfusikan darah saya pada Jeje?” tanya Lee heran. “Karena pembuluh darah Jeje terlalu kecil, kami perlu mengatur kecepatan transfusi darah. Itu sebabnya kami memutuskan tak melakukan transfusi darah langsung.” Lee menerima penjelasan itu. Kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN