38. Perburuan Dimulai

1377 Kata

Jessica menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah tergesa. Dia harus memastikan sesuatu. Begitu sampai di divisi bedah, sang kepala suster menyambutnya dengan sigap. “Selamat pagi, Dokter Jessica.” Jessica memasang senyum ramahnya yang palsu. “Pagi, Suster Grace. Dokter Lee ada?” Bukan jawaban, namun tatapan keheranan yang diterimanya terlebih dahulu. “Apakah Dokter Lee tak memberitahu Anda? Beliau mengikuti seminat keluar kota. Jadwalnya telah diatur sejak sebulan lalu.” Kening Jessica berkerut, heran. Apakah Lee telah sembuh? Bagaimana dia bisa mengikuti seminar setelah semalam mengalami cidera hebat? Bodoh, seharusnya, sebagai kekasihnya yang perhatian ... Jessica tak boleh menunjukkan kalau dia tak tahu jadwal Lee. “Astaga, saya lupa. Padahal Dokter Lee telah memberi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN