Jeje terbangun di lantai yang dingin, tapi dia tak merasa kesakitan sama sekali. Sepertinya benar, kulitnya telah kebal dengan segala sakit. Sengaja untuk membuktikan dia mencubit pipinya sekeras mungkin. Tak ada apapun yang dirasakan. Tak puas hanya dengan itu, Jeje mengambil palu. Dengan mata terpejam dia memukul kepalanya. TUK! Tak ada yang dirasakannya. Jeje membuka matanya, dia memeriksa kepalanya. Terasa ada benjolan di kepalanya akibat getokan palu, tapi Jeje tetap tak merasa sakit sama sekali. Meski tak sakit, kepalanya tetap saja benjol. Jadi Jeje mengakhiri sesi coba-cobanya. Jeje mengamati wajahnya di cermin, dia tampak sedikit pucat. Tapi selain itu tak ada perubahan di kulitnya. Dia tak membusuk, dan kulitnya tak mengelupas. Hanya saja, sampai kapan dia masih

