Mata Jeje membelalak menyadari golok Prof Haris nyaris merobek perutnya, geraknya yang lambat membuatnya tak sempat menangkis golok itu. Jeje hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Namun, sebelum itu terjadi ada yang tangan yang menahan golok itu. “Sial!” maki Prof Haris geram saat tahu Lee yang muncul mendadak menganggu rencananya. “Dok ...,” gumam Jeje, kelu. Dia panik melihat darah yang mengucur di tangan Lee akibat mengenggam erat golok yang sedianya ditebaskan ke perutnya. Lee menyentak golok itu hingga terlepas dari genggaman tangan Prof Haris. Spontan pria tua jejadian itu melompat mundur karena khawatir Lee bakal menggoroknya dengan golok. “Sudah kukatakan supaya tak menganggu kami lagi! Kali ini tak ada ampun lagi,” desis Lee rendah. Apakah tiba saatnya melawan Lee? Bati

