72. Tragedi di Hari Pernikahan

1187 Kata

Tangan Lee mengepal erat hingga buku-buku tangannya memutih. Dia sangat murka, tak sabar rasanya ingin menghabisi musuh bebuyutannya. Namun Jeje menahannya, dengan mata berkaca-kaca Jeje menatap memelas, penuh permohonan. “Kak Lee, jangan ....” Ada bom yang menempel di tubuhnya, Jeje tak ingin Lee mendekat. Dia tak mau lelaki yang dicintainya ikut celaka jika bom yang ada di tubuhnya meledak. Namun, Lee mana bisa dilarang? Ia melesat cepat, hingga tinggal sejarak beberapa langkah. Jeje dengan histeris menghentikannya. “Berhenti! Jeje akan menggigit lidah kalau Kak Lee mendekat!” ancam Jeje dengan mata berlinang airmata. Lee tertegun. Dia merasa frustasi karena Jeje nekat menghentikannya. Lee mengetatkan rahangnya, menahan amarah yang menggumpal dan menyesakkan di d**a. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN