Devan bergegas di toko perhiasan, akan tetapi sesampainya di sana dia hanya bengong. "Bukankah niat aku ke sini untuk membeli cincin kan? Kenapa aku jadi ragu-ragu begini? Sebenarnya apa mauku sih?" batin Devan. Devan membenci dirinya yang tidak memiliki pendirian, bahkan mencintai siapa saja dia tidak tahu. Perasaannya terhadap Lita sangat berbeda dengan perasaanya dulu saat bersama Lintang. "Kalau Cherry, sudah jelas aku tertarik pada tubuhnya. Sedangkan Lita? Aku tidak bisa menyebutnya cinta, hanya rasa kasihan karena dia sudah lama tulus mencintaiku," batin Devan. Devan tidak ingin gegabah, dia memilih untuk merenungkan kembali agar kedepannya nanti tidak salah langkah. "Aku begitu lelah, sebaiknya aku mengistirahatkan perasaanku terlebih dahulu. Sebaiknya untuk saat ini aku tida

