Sudah dua hari ini Devan terus berpikir, mengajak pacaran Lita atau melamar langsung sekalian. Karena soal cinta dan ketulusan hati Lita sudah tidak diragukan lagi. Hanya saja Devan masih ada setitik keraguan, dan itu entah apa dia juga tidak tahu. "Aku memang mulai menyukai Lita, tapi aku juga merasa ragu untuk menyatakan cinta padanya. Sebenarnya apa yang tengah aku rasakan? Tidak ingin memiliki tapi aku takut kehilangan," batin Devan. Devan menutup laptopnya, dia berdiri dan dan mendekati kaca jendela. Jika direnungkan dalam-dalam dan melihat masuk jauh ke lubuk hatinya Devan masih belum bisa sepenuhnya melupakan Lintang. Perasaan itu sudah terpatri selama bertahun-tahun dan sulit untuk dilepas. Jika mengingat perasaan itu begitu sakit sampai menembus jantungnya. "Lintang, melihat

